Berita

Kecelakaan Pikap dan Truk Tangki di Tanah Bumbu Tewaskan Tujuh Orang, Mahasiswa KKN Jadi Korban

Perjalanan yang semula dimaksudkan untuk menikmati waktu senggang di sela-sela kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berubah menjadi tragedi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa bersama warga desa mengalami kecelakaan dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM), mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.45 Wita di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin, tepatnya di kawasan Gunung Raya, Kecamatan Mantewe. Hingga kini aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa para peserta KKN tersebut.

Berangkat Mengisi Waktu Libur

Sebelum kecelakaan terjadi, delapan orang yang terdiri atas mahasiswa peserta KKN dan warga Desa Batulicin Irigasi berencana menghabiskan waktu libur dengan mengunjungi objek wisata Sungai Alut di Kecamatan Mantewe.

Rombongan menggunakan mobil pikap bak terbuka milik desa sebagai sarana transportasi. Kendaraan jenis tersebut memang kerap dimanfaatkan masyarakat di sejumlah daerah untuk perjalanan bersama karena mampu mengangkut banyak orang sekaligus.

Perjalanan yang awalnya berlangsung biasa berubah menjadi petaka ketika kendaraan memasuki ruas Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin yang dikenal memiliki sejumlah tikungan dan kontur jalan yang cukup menantang.

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Kapolsek Mantewe AKP Kusnin menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan mobil pikap dan sebuah truk tangki BBM yang datang dari arah berlawanan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, truk tangki yang dikemudikan pria berinisial MI melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin. Ketika melintas di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali sehingga masuk ke jalur berlawanan.

Pada saat bersamaan, mobil pikap yang membawa rombongan mahasiswa melintas dari arah Batulicin menuju lokasi wisata. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.

Meski demikian, polisi belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan. Aparat masih mengumpulkan berbagai keterangan dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan maupun lokasi kejadian untuk mengetahui faktor yang memicu insiden tersebut.

Benturan Menghancurkan Bagian Depan Kendaraan

Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan berat. Kondisi mobil pikap menjadi yang paling parah karena hampir seluruh bagian kabin ringsek akibat tabrakan.

Beberapa penumpang dilaporkan terjebak di dalam kendaraan sehingga proses penyelamatan berlangsung cukup sulit. Warga sekitar yang pertama kali tiba di lokasi segera memberikan pertolongan sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian, tenaga medis, dan relawan.

Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi menggunakan berbagai peralatan, termasuk mobil derek untuk memindahkan kendaraan yang rusak berat. Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, polisi langsung memasang garis pengaman dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pemeriksaan di lokasi dilakukan untuk mendokumentasikan posisi kendaraan, kondisi jalan, serta berbagai bukti lain yang dapat membantu mengungkap penyebab kecelakaan.

Tujuh Orang Kehilangan Nyawa

Data yang dihimpun menunjukkan tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Korban terdiri atas lima mahasiswa, seorang anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, serta sopir truk tangki.

Mahasiswa yang meninggal berasal dari dua perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, yakni Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Korban dari UNUKASE adalah Veri Andi Saputra dari Program Studi Akuntansi, serta Nafa Izzatul Jannah dan Nur’aini Salsabila yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Sementara itu, dua mahasiswa ULM yang menjadi korban adalah Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani.

Korban lainnya adalah anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, Tegar Mangku Alamsyah, serta pengemudi truk tangki, M. Ilyas.

Satu-satunya korban yang berhasil selamat ialah M. Fahrizal Hasbi, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat. Ia mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kampus Sampaikan Duka Mendalam

Kabar meninggalnya para mahasiswa segera diterima oleh pihak universitas. Wakil Rektor III UNUKASE, Dr. Ir. Murjani, membenarkan bahwa tiga mahasiswa dari kampus tersebut menjadi korban dalam kecelakaan saat menjalankan program KKN.

Menurutnya, para mahasiswa baru sekitar dua minggu berada di lokasi pengabdian ketika musibah tersebut terjadi. Mereka merupakan mahasiswa semester enam yang sedang menjalankan salah satu tahapan akademik sebelum menyelesaikan pendidikan.

Pihak universitas langsung mengirimkan perwakilan ke lokasi kejadian untuk membantu proses identifikasi korban sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.

Universitas Lambung Mangkurat juga melakukan langkah serupa dengan menerjunkan tim pendamping agar proses penanganan korban dapat berjalan dengan baik.

Sebagai bentuk penghormatan, kegiatan KKN sementara dihentikan sehingga mahasiswa lain memiliki kesempatan untuk mengikuti prosesi penghormatan kepada rekan-rekan mereka yang menjadi korban.

Desa Ikut Berduka

Duka tidak hanya dirasakan keluarga korban dan pihak kampus, tetapi juga masyarakat Desa Batulicin Irigasi yang selama beberapa pekan terakhir menjadi lokasi pelaksanaan KKN.

Hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat membuat kabar kecelakaan tersebut meninggalkan kesedihan mendalam.

Pemerintah desa memutuskan membatalkan berbagai kegiatan yang sebelumnya disiapkan untuk menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Keputusan tersebut diambil sebagai ungkapan belasungkawa sekaligus bentuk solidaritas terhadap keluarga yang sedang berduka.

Pertamina Berikan Klarifikasi

Karena kecelakaan melibatkan truk tangki pengangkut BBM, perhatian publik sempat tertuju kepada PT Pertamina Patra Niaga.

Melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, perusahaan menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.

Pertamina juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran internal, kendaraan yang mengalami kecelakaan bukan merupakan armada operasional Pertamina Patra Niaga dan tidak sedang menjalankan distribusi BBM dari terminal milik perusahaan.

Meski demikian, perusahaan menyatakan siap berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila diperlukan dalam proses penyelidikan.

Baca Juga; 3 Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di RS Pamulang

Keselamatan Angkutan Penumpang Kembali Disorot

Peristiwa di Tanah Bumbu kembali memunculkan perhatian terhadap penggunaan mobil pikap bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

Di berbagai daerah, kendaraan jenis ini masih sering digunakan karena dianggap praktis dan mampu membawa banyak orang. Padahal, secara desain, mobil pikap diperuntukkan sebagai kendaraan angkut barang sehingga tidak dilengkapi perlindungan keselamatan yang memadai bagi penumpang.

Ketika terjadi tabrakan, penumpang di bak terbuka memiliki risiko mengalami cedera serius karena tidak tersedia sabuk pengaman maupun struktur pelindung sebagaimana kendaraan penumpang pada umumnya.

Tragedi yang merenggut tujuh nyawa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap perjalanan. Selain penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan, peristiwa tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai penggunaan kendaraan yang sesuai dengan standar keselamatan, terutama ketika membawa rombongan dalam jumlah banyak di jalur yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Related posts

Hotman Paris Terseret Laporan Polisi Usai Pernyataan soal Wartawan, Polisi Telah Periksa 10 Saksi

dewapbn

Pengantin Baru Di Lombok Gantung Diri Gegara Istri Main Tiktok

Dolirena

Dugaan Korupsi KUR di Jember Terbongkar, Ratusan Petani Jadi Korban Pencatutan Identitas untuk Pinjaman Fiktif

dewapbn