Berita

NASA Pernah Simulasikan Asteroid Tabrak Bumi pada 2027, Ini Fakta Sebenarnya

Unggahan mengenai asteroid yang disebut bakal menghantam Bumi pada 2027 kembali menarik perhatian publik. Salah satu konten yang beredar di media sosial bahkan menampilkan klaim bahwa asteroid bernama 2017 PDC memiliki peluang hingga 96 persen untuk menabrak Bumi pada 21 Juli 2027.

Konten tersebut terlihat meyakinkan karena disertai gambar peta, jalur tumbukan, hingga angka probabilitas yang dikaitkan dengan lembaga pemantau asteroid. Namun, ada konteks penting yang tidak terlihat dalam potongan informasi tersebut.

Angka 96 persen memang pernah muncul dalam materi resmi NASA/JPL. Begitu pula nama asteroid 2017 PDC dan tanggal 21 Juli 2027. Akan tetapi, seluruh informasi itu merupakan bagian dari skenario latihan pertahanan planet, bukan peringatan mengenai asteroid nyata yang sedang menuju Bumi.

NASA melalui Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) secara jelas menyatakan bahwa halaman mengenai 2017 PDC merupakan skenario fiktif yang dibuat untuk latihan tanggap darurat.

Dari Mana Muncul Angka 96 Persen?

Kebingungan bermula dari materi simulasi yang dibuat menyerupai situasi ancaman asteroid sungguhan.

Dalam skenario tersebut, objek bernama 2017 PDC “ditemukan” pada 6 Maret 2017. Pada awal pengamatan, peluang tumbukannya dengan Bumi sangat kecil, sekitar satu banding 40.000.

Seiring cerita simulasi berkembang dan data pengamatan hipotetis terus ditambahkan, probabilitas tumbukan dinaikkan secara bertahap. Dalam salah satu tahap latihan, peluang tersebut mencapai 96 persen untuk tanggal 21 Juli 2027.

Jadi, angka 96 persen memang tercantum dalam materi latihan, tetapi tidak menggambarkan hasil pemantauan terhadap asteroid nyata.

Materi resmi NASA/JPL bahkan memberikan penanda yang sangat jelas bahwa skenario tersebut adalah latihan. Pada dokumen terkait, terdapat keterangan “EXERCISE” dan penjelasan bahwa informasi di dalamnya bersifat hipotetis.

Potongan video yang beredar di media sosial kemudian membuat konteks tersebut seolah hilang. Akibatnya, pembaca dapat mengira angka probabilitas itu merupakan peringatan aktual dari NASA.

2017 PDC Bukan Asteroid Nyata

Nama 2017 PDC sendiri memang dibuat sebagai bagian dari skenario. NASA/JPL menjelaskan bahwa objek tersebut bukan asteroid nyata dan informasi mengenai orbit serta kemungkinan tumbukannya merupakan bagian dari cerita simulasi.

Latihan tersebut digelar dalam rangka International Academy of Astronautics Planetary Defense Conference di Tokyo, Jepang, pada 2017.

Skenario dibuat sedemikian rupa agar menyerupai kondisi yang mungkin dihadapi ilmuwan dan pemerintah jika suatu hari sebuah asteroid benar-benar ditemukan memiliki risiko tumbukan.

Para peserta kemudian harus mengambil keputusan berdasarkan informasi yang berkembang dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Dalam cerita simulasi itu, kemungkinan tumbukan awalnya sangat kecil. Namun, setelah data hipotetis ditambahkan, tingkat risikonya terus meningkat. Kondisi tersebut digunakan untuk menguji bagaimana komunitas ilmiah dan lembaga pemerintah merespons ancaman yang semakin serius.

Karena itu, tanggal 21 Juli 2027 bukan tanggal yang diperoleh dari prediksi aktual mengenai sebuah asteroid yang saat ini sedang menuju Bumi.

Kenapa Simulasi Dibuat Seolah Nyata?

Latihan pertahanan planet memang sengaja menggunakan skenario yang dibuat realistis. Tujuannya bukan untuk memprediksi kiamat, tetapi menguji kesiapan berbagai pihak menghadapi kemungkinan ancaman benda dekat Bumi.

Jika suatu asteroid benar-benar memiliki peluang tumbukan, persoalannya tidak berhenti pada astronomi. Pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, ilmuwan, hingga masyarakat harus memiliki cara untuk merespons informasi tersebut.

Karena itu, dalam latihan semacam ini peserta dapat menghadapi berbagai persoalan. Mereka harus memikirkan cara menentukan tingkat risiko, memperkirakan lokasi tumbukan, mempertimbangkan misi pembelokan asteroid, hingga menyusun komunikasi kepada publik.

NASA dan mitranya juga pernah menggelar latihan serupa dengan skenario berbeda. Dalam latihan 2019, misalnya, digunakan asteroid fiktif bernama 2019 PDC dan skenario tumbukan pada 2027. NASA menjelaskan bahwa latihan tersebut memang dibuat untuk menguji respons terhadap prediksi tumbukan yang terus berubah.

Kesamaan tahun 2027 dalam beberapa skenario inilah yang berpotensi membuat informasi lama kembali disalahartikan sebagai ramalan.

Bukan Pertama Kali NASA Menguji Pertahanan Planet

Meski 2017 PDC merupakan objek fiktif, ancaman asteroid secara umum bukanlah sesuatu yang diabaikan ilmuwan.

NASA bahkan pernah melakukan eksperimen nyata untuk menguji kemampuan manusia mengubah lintasan benda langit. Melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART), wahana antariksa sengaja diarahkan untuk menabrak Dimorphos pada 26 September 2022.

Dimorphos sendiri tidak membahayakan Bumi. Misi tersebut bertujuan menguji teknologi pembelokan asteroid dan memberikan data mengenai kemampuan manusia mengubah orbit benda langit.

Eksperimen seperti DART menunjukkan bahwa latihan pertahanan planet memiliki tujuan ilmiah dan operasional, bukan sekadar membuat skenario bencana.

Dengan melakukan simulasi dan eksperimen, para peneliti dapat mengetahui bagaimana sistem pengamatan, perhitungan orbit, teknologi pembelokan, serta koordinasi antarlembaga dapat digunakan jika menghadapi ancaman nyata.

Baca Juga; Polda Kepri Sita Mesin Pesawat Bekas Seharga 30M

Bagaimana dengan Asteroid Apophis?

Nama asteroid lain yang sering dikaitkan dengan ancaman Bumi adalah 99942 Apophis.

Asteroid tersebut memang akan melakukan pendekatan sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029. NASA memperkirakan jaraknya sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi.

Jarak tersebut tergolong sangat dekat dalam skala astronomi. Namun, kedekatan itu bukan berarti Apophis akan menabrak planet kita.

Berdasarkan pengamatan dan perhitungan orbit terbaru, NASA menyatakan tidak ada risiko Apophis menabrak Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan.

Dengan demikian, Apophis juga tidak dapat dijadikan bukti bahwa akan terjadi tumbukan asteroid pada 2027.

Jadi, Apakah Bumi Terancam pada 2027?

Informasi mengenai 2017 PDC perlu dibaca sesuai konteks aslinya. Nama asteroid, tanggal 21 Juli 2027, jalur risiko, hingga angka 96 persen berasal dari skenario latihan pertahanan planet yang dibuat secara hipotetis.

NASA/JPL sendiri telah mencantumkan keterangan bahwa materi tersebut bukan gambaran kejadian nyata.

Konten media sosial yang hanya mengambil bagian tertentu dari simulasi kemudian dapat membuat informasi tersebut terlihat seperti peringatan resmi.

Jadi, tidak tepat menyimpulkan bahwa NASA telah memprediksi asteroid 2017 PDC akan menghantam Bumi pada 2027. Yang sebenarnya terjadi adalah para ilmuwan menggunakan asteroid fiktif sebagai bahan latihan untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan.

Simulasi seperti ini justru menunjukkan bagaimana komunitas ilmiah berusaha mempersiapkan diri menghadapi ancaman asteroid yang benar-benar mungkin ditemukan pada masa depan. Untuk saat ini, klaim mengenai 2017 PDC sebagai asteroid yang akan menabrak Bumi pada 21 Juli 2027 tidak menggambarkan kejadian nyata.

Related posts

Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke Moskow, Ketegangan dengan Rusia Kembali Meningkat

dewapbn

OPM Klaim 10 Pendulang Emas Ditembak Aparat di Yahukimo, Kondisi Korban Masih Simpang Siur

dewapbn

5 Ciri-Ciri Paspor Rusak Dan Besaran Dendanya

Dolirena