Aksi komplotan pengganjal mesin ATM yang diduga telah berulang kali meresahkan masyarakat akhirnya berhasil dihentikan aparat kepolisian. Tiga pria yang diduga menjadi pelaku ditangkap saat beraksi di area ATM RS Buah Hati Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis (30/7/2026).
Penangkapan berlangsung dramatis karena para pelaku berusaha melarikan diri ketika mengetahui keberadaan polisi. Dua orang akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan terukur di bagian kaki setelah tetap melakukan perlawanan dan mencoba kabur. Sementara itu, seorang petugas keamanan rumah sakit mengalami luka akibat pantulan peluru ketika ikut membantu proses penangkapan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah video pengejaran para pelaku beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, terlihat warga turut membantu mengejar pelaku sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh aparat.
Polisi Lakukan Pengintaian Setelah Banyak Laporan Korban

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra menjelaskan bahwa keberhasilan mengungkap kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama beberapa waktu.
Sebelumnya, pihak kepolisian menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang mengaku kehilangan uang setelah melakukan transaksi di mesin ATM yang berada di lingkungan RS Buah Hati.
Kesamaan pola kejadian membuat polisi menduga adanya kelompok pelaku yang secara khusus mengincar nasabah di lokasi tersebut. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan bahwa para pelaku memiliki waktu operasi yang relatif sama setiap harinya.
Mereka diduga mulai beraksi sekitar pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, saat aktivitas di sekitar mesin ATM belum terlalu ramai. Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk mempermudah aksi sekaligus mengurangi risiko diketahui oleh masyarakat.
Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian melakukan pengintaian di lokasi. Polisi menunggu hingga para pelaku kembali menjalankan aksinya sebelum melakukan penyergapan.
Ketika seorang nasabah datang menggunakan mesin ATM pada Kamis pagi, komplotan tersebut diduga kembali menjalankan modus yang sama. Aparat yang sudah bersiaga langsung bergerak dan menggagalkan aksi mereka.
Setiap Pelaku Memiliki Peran Berbeda Saat Beraksi
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa ketiga tersangka bekerja secara terorganisasi dengan pembagian tugas masing-masing.
Salah seorang pelaku bertugas memasang alat pengganjal pada slot kartu ATM. Tujuannya agar kartu milik nasabah tersangkut sehingga korban mengira mesin mengalami gangguan.
Pelaku lain kemudian mendekati korban dengan berpura-pura menawarkan bantuan. Dalam situasi tersebut, ia berusaha mengamati nomor PIN yang dimasukkan korban atau mencari cara agar korban meninggalkan mesin ATM.
Sementara itu, seorang pelaku lainnya bertindak sebagai pengawas situasi. Ia memantau keberadaan petugas keamanan, masyarakat, maupun kemungkinan datangnya aparat kepolisian sehingga kelompok tersebut dapat segera melarikan diri apabila kondisi tidak aman.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan bahwa dari tiga unit ATM yang berada di lokasi, dua mesin diketahui telah dipasangi alat pengganjal.
Bahkan, satu unit ATM dilaporkan mengalami kerusakan akibat tindakan para pelaku.
Selain menemukan alat yang digunakan untuk mengganjal mesin ATM, polisi juga mengamankan senjata tajam yang diduga dibawa para pelaku ketika menjalankan aksinya. Barang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti dalam proses penyidikan.
Penangkapan Berlangsung Dramatis, Dua Pelaku Ditembak

Saat hendak ditangkap, para pelaku tidak menyerahkan diri begitu saja. Mereka berusaha melarikan diri sehingga memicu aksi kejar-kejaran dengan petugas dan sejumlah warga di sekitar lokasi.
Melihat para pelaku tetap berusaha kabur, polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan yang mengenai kaki dua tersangka.
Setelah berhasil dilumpuhkan, ketiganya langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor kepolisian.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana penangkapan yang berlangsung cukup menegangkan. Dalam rekaman tersebut terlihat warga ikut mengejar pelaku hingga akhirnya mereka berhasil diamankan oleh aparat.
Di tengah proses penangkapan, seorang petugas keamanan RS Buah Hati mengalami luka pada bagian tangan akibat rekoset atau pantulan peluru.
Korban segera mendapatkan penanganan medis dan hingga kini dilaporkan dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan para tersangka dalam kasus serupa di wilayah lain, termasuk dugaan adanya jaringan yang lebih luas yang beroperasi di kawasan Tangerang Selatan maupun daerah sekitarnya.
Modus Ganjal ATM yang Sering Memakan Korban
Modus ganjal ATM bukanlah kejahatan baru. Cara ini telah berulang kali digunakan pelaku kejahatan perbankan untuk menguras isi rekening nasabah.
Pelaku biasanya memasang benda kecil, seperti plastik tipis, potongan mika, tusuk gigi, atau material lain pada slot kartu ATM. Akibatnya, kartu milik nasabah tidak dapat keluar setelah transaksi selesai sehingga korban mengira mesin mengalami kerusakan.
Saat korban panik, salah satu pelaku akan datang berpura-pura membantu. Dalam kesempatan itu, pelaku berusaha melihat PIN ATM korban atau mengarahkan korban meninggalkan lokasi.
Begitu korban pergi, kartu ATM yang masih tersangkut diambil menggunakan alat khusus. Dengan mengetahui PIN korban, pelaku kemudian menguras saldo rekening melalui mesin ATM lain.
Dalam sejumlah kasus, pelaku juga memasang stiker berisi nomor layanan pelanggan palsu pada mesin ATM. Korban yang menghubungi nomor tersebut tanpa sadar dapat memberikan data penting, termasuk informasi rekening maupun kode rahasia yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan pencurian dana.
Baca Juga; KPK Tetapkan 4 Tersangka OTT Bupati Pemalang
Tips Menghindari Kejahatan Ganjal ATM
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi di mesin ATM.
Sebelum memasukkan kartu, pastikan slot kartu tidak memiliki bentuk yang mencurigakan atau terdapat benda asing yang menempel. Jika menemukan kondisi tidak normal, sebaiknya batalkan transaksi dan gunakan mesin ATM lain.
Nasabah juga dianjurkan selalu menutup keypad saat memasukkan PIN agar tidak terlihat oleh orang lain maupun kamera tersembunyi.
Selain itu, hindari menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal apabila mengalami kendala saat menggunakan ATM. Jika kartu tersangkut, segera hubungi layanan pelanggan resmi bank melalui nomor yang tercantum pada kartu ATM atau aplikasi resmi, bukan nomor yang ditempel di mesin.
Mengaktifkan notifikasi transaksi melalui SMS maupun mobile banking juga dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan secara cepat sehingga kerugian dapat diminimalkan.
Apabila kartu ATM tertelan atau terdapat indikasi menjadi korban kejahatan, segera blokir kartu melalui layanan resmi bank dan laporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Simpan bukti transaksi maupun dokumentasi lain yang berkaitan agar dapat digunakan dalam proses penyelidikan.
Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasus penangkapan tiga pelaku tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan kejahatan lain yang menggunakan modus serupa di berbagai wilayah.
