Berita

Kebakaran Pasar Bapouda Paniai Tewaskan 11 Orang, Enam Korban Masih Anak-anak

PAPUA TENGAH — Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Bapouda di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Senin (7/9/2026) dini hari. Api yang muncul saat sebagian besar warga sedang beristirahat dengan cepat membesar dan menghanguskan puluhan bangunan di kawasan tersebut.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.25 WIT itu tidak hanya menimbulkan kerusakan material. Sebanyak 11 orang ditemukan meninggal dunia setelah petugas berhasil mengendalikan kobaran api.

Yang membuat peristiwa tersebut semakin memilukan, enam dari 11 korban merupakan anak-anak. Salah satu korban bahkan masih berusia dua tahun.

Berdasarkan pendataan awal, sekitar 40 unit rumah kios terdampak kebakaran. Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar.

Kondisi bangunan yang berdiri berdekatan diduga membuat api dengan cepat menjalar ke bagian lain kawasan pasar. Petugas pun membutuhkan waktu beberapa jam untuk memastikan kobaran benar-benar terkendali.

Kobaran Api Muncul Saat Warga Tengah Beristirahat

Kepanikan melanda Kampung Bapouda setelah warga mengetahui adanya api di kawasan pasar. Kebakaran terjadi lewat tengah malam sehingga kondisi lingkungan relatif sepi dan banyak penghuni bangunan tengah tidur.

Api yang awalnya terlihat di salah satu bagian pasar kemudian merambat menuju bangunan lain. Dalam waktu singkat, kobaran semakin besar dan menyambar rumah kios yang berada di sekitarnya.

Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, kobaran api menghanguskan puluhan rumah yang berada di kawasan pasar Kampung Bapouda.

Salah satu persoalan dalam proses pemadaman adalah karakter bangunan di lokasi. Rumah kios berdiri dalam jarak yang berdekatan sehingga ketika satu bangunan terbakar, api lebih mudah menjalar ke bangunan berikutnya.

Ruang antarbangunan yang terbatas juga membuat petugas memiliki ruang gerak yang tidak leluasa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk menghentikan penyebaran api sebelum menjangkau bangunan lainnya.

Karena kejadian berlangsung pada malam hari, proses penyelamatan penghuni juga menjadi persoalan penting. Warga yang sedang tidur memiliki waktu terbatas untuk menyadari adanya kebakaran dan keluar dari bangunan.

Water Cannon Dikerahkan untuk Membantu Pemadaman

Aparat kepolisian ikut diterjunkan untuk menangani kebakaran. Dalam upaya memadamkan api, petugas menggunakan satu unit kendaraan taktis atau rantis water cannon untuk menyemprotkan air ke titik-titik yang masih terbakar.

Penanganan berlangsung selama beberapa jam. Kobaran api akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan penyisiran di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang masih berada di dalam bangunan yang terbakar.

Saat proses penyisiran berlangsung, petugas menemukan 11 orang dalam kondisi sudah meninggal dunia. Para korban mengalami luka bakar akibat kebakaran.

Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Identifikasi juga dilakukan guna memastikan identitas para korban sebelum informasi disampaikan kepada pihak keluarga.

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascakebakaran, mengingat kondisi korban ditemukan setelah bangunan dilalap api.

Enam Korban Merupakan Anak-anak

Data sementara kepolisian menunjukkan bahwa 11 korban terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.

Lima korban dewasa yang telah teridentifikasi masing-masing berinisial Na, 70 tahun; Wa, 36 tahun; Ha, 30 tahun; RF, 28 tahun; serta He, 30 tahun.

Sementara enam korban anak-anak terdiri atas As berusia 9 tahun, Ab berusia 6 tahun, Ad berusia 5 tahun, Ar berusia 9 tahun, Ic berusia 6 tahun, dan AY yang baru berusia 2 tahun.

Komposisi korban tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh korban jiwa merupakan anak-anak. Usia AY yang masih balita menjadi salah satu bagian paling menyedihkan dalam tragedi kebakaran tersebut.

Kebakaran yang terjadi pada dini hari turut menjadi faktor yang memperumit upaya penyelamatan. Di kawasan pasar, rumah kios tidak selalu hanya digunakan sebagai tempat berjualan. Sebagian bangunan juga dapat menjadi tempat tinggal pedagang bersama anggota keluarganya.

Ketika api muncul saat malam, penghuni yang sedang tidur berpotensi tidak langsung mengetahui bahaya. Kondisi itu dapat mempersempit waktu untuk melakukan evakuasi.

Polisi Masih Mencari Penyebab Kebakaran

Meskipun kobaran api telah berhasil dipadamkan dan proses evakuasi korban dilakukan, penyelidikan mengenai penyebab kebakaran masih berlanjut.

Kompol Henry J. Manurung menyampaikan bahwa polisi belum dapat memastikan sumber maupun penyebab awal munculnya api. Petugas masih mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Penyelidikan diperlukan untuk mengetahui titik awal kebakaran sekaligus faktor yang menyebabkan api berkembang dengan cepat.

Sejumlah kemungkinan tentu perlu ditelusuri, termasuk kemungkinan gangguan kelistrikan maupun sumber api lainnya. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi yang dapat memastikan penyebab kebakaran.

Keterangan saksi akan dibandingkan dengan temuan petugas di lokasi untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian sejak api pertama kali muncul hingga akhirnya membakar puluhan bangunan.

Baca Juga; 748 Santri Terdampak Keracunan MBG

Kerugian Material Masih Didata

Selain korban jiwa, kebakaran Pasar Bapouda juga menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Sekitar 40 rumah kios dilaporkan terdampak, dengan sebagian besar di antaranya mengalami kerusakan parah.

Bagi masyarakat setempat, hilangnya rumah kios bukan sekadar persoalan bangunan. Kawasan pasar menjadi tempat warga menjalankan aktivitas perdagangan dan mencari penghasilan.

Kebakaran berpotensi membuat sejumlah pedagang kehilangan tempat usaha sekaligus barang-barang yang berada di dalam kios. Jika bangunan juga digunakan sebagai tempat tinggal, warga dapat menghadapi kehilangan tempat tinggal dalam waktu bersamaan.

Meski demikian, jumlah kerugian material secara keseluruhan belum diketahui. Pendataan masih dilakukan oleh pihak terkait untuk mengetahui tingkat kerusakan serta dampak yang dialami warga.

Belum ada pula informasi resmi mengenai bentuk bantuan maupun kemungkinan relokasi sementara bagi masyarakat yang terdampak.

Untuk sementara, penanganan diarahkan pada proses identifikasi korban, evakuasi, pendataan kerusakan, serta penyelidikan penyebab kebakaran.

Tragedi di Pasar Bapouda menjadi pengingat mengenai besarnya risiko kebakaran di kawasan dengan bangunan yang berdiri rapat. Api dapat berpindah dengan cepat, terutama ketika jarak antarrumah atau kios sangat sempit.

Situasi semakin berisiko apabila kebakaran terjadi pada malam hari ketika sebagian besar penghuni sedang beristirahat.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut. Sementara itu, keluarga korban harus menghadapi kehilangan besar setelah kebakaran menewaskan 11 orang, termasuk enam anak-anak.

Related posts

Viral Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga Antar Anak Ke Sekolah Tak Pakai Helm

Dolirena

Harga Tiket Pesawat Turun 10%: Apresiasi untuk Dirut Baru Garuda

Dolirena

Tulang Belulang Bermunculan Saat Air Laut Surut di Aceh Besar, Ternyata Ada Kisah Lama di Baliknya

dewapbn