Pesanan jasa angkut yang awalnya terlihat seperti pekerjaan biasa justru berujung pada terbongkarnya kasus dugaan pembunuhan di Kota Bandung. Seorang sopir bernama Tegar mencium bau menyengat dari sebuah kardus besar yang diangkutnya dari kawasan Babakan Ciparay menuju Kopo pada Selasa siang, 1 September 2026.
Kecurigaan Tegar muncul beberapa ratus meter setelah kendaraan meninggalkan lokasi pengambilan barang. Bau tidak biasa yang keluar dari kardus membuatnya mulai mempertanyakan isi paket tersebut.
Perasaan curiga itu akhirnya mendorong Tegar mengambil keputusan untuk menghentikan perjalanan. Ia meminta penumpang menurunkan kardus dan kemudian meminta bantuan warga sekitar.
Keputusan tersebut ternyata menjadi petunjuk penting. Kardus yang awalnya disebut hanya berisi besi dan pakaian ternyata menyimpan jasad seorang perempuan.
Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku dalam waktu kurang dari enam jam setelah jasad ditemukan.
Bau dari Kardus Bikin Sopir Mulai Curiga

Tegar awalnya tidak memiliki alasan untuk mencurigai pesanan tersebut. Ia menerima order melalui aplikasi jasa angkut untuk membawa kardus berukuran besar dari Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, menuju kawasan Kopo.
Saat barang dinaikkan ke bak kendaraan, tidak ada hal mencolok yang membuat Tegar merasa curiga. Kardus tersebut terlihat tertutup dan dikemas dengan rapi. Ia bahkan ikut membantu mengangkat barang bersama penumpang yang menyewanya.
Namun, keadaan berubah setelah kendaraan berjalan beberapa ratus meter.
Tegar mulai mencium bau menyengat dari arah kardus. Bau tersebut menurutnya tidak seperti bau barang biasa yang hendak diangkut.
Ia kemudian menanyakan isi kardus kepada penumpang berinisial SDS, 31 tahun. Pria tersebut disebut menjawab bahwa kardus hanya berisi besi dan pakaian.
Jawaban itu justru membuat Tegar semakin tidak yakin. Ia merasa isi yang disebutkan tidak sesuai dengan bau yang keluar dari kardus.
Tegar kemudian meminta agar kardus dibuka untuk memastikan barang yang dibawanya. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh SDS.
Situasi itu membuat Tegar semakin takut dan panik.
“Di situ saya semakin curiga, mulai takut, mulai panik juga,” kata Tegar.
Ketika kendaraan mendekati pertigaan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Terusan Suryani, Tegar akhirnya memilih menghentikan perjalanan. Ia turun dari kendaraan dan meminta SDS menurunkan sendiri kardus tersebut.
Kardus kemudian diletakkan di pinggir jalan. Setelah itu, SDS meninggalkan lokasi.
Tangan Manusia Terlihat dari Dalam Kardus

Kecurigaan Tegar tidak berhenti setelah kardus diturunkan. Ia kemudian meminta bantuan warga dan petugas keamanan di sekitar lokasi.
Tidak lama berselang, warga menemukan sesuatu yang mengejutkan. Bagian tangan manusia terlihat mencuat dari dalam kardus.
Mukhtar, 45 tahun, salah seorang warga di sekitar lokasi, mengaku sempat melihat seorang pria membawa dan meletakkan kardus besar tersebut. Saat itu, ia belum mengetahui bahwa kardus tersebut berisi jasad manusia.
Situasi berubah setelah warga mendekati kardus dan melihat bagian tubuh manusia. Mereka kemudian melaporkan temuan tersebut kepada polisi melalui layanan darurat 110.
Petugas Polsek Babakan Ciparay langsung mendatangi lokasi. Area sekitar kardus kemudian diamankan untuk mencegah barang bukti terganggu.
Tim Inafis Satreskrim selanjutnya melakukan pemeriksaan dan membuka kardus tersebut. Dugaan warga akhirnya terbukti. Di dalamnya ditemukan jasad seorang perempuan.
Penemuan tersebut kemudian menjadi awal penyelidikan kasus dugaan pembunuhan.
Polisi Identifikasi Jasad Perempuan sebagai Siti Maimunah
Pada saat pertama kali ditemukan, identitas korban belum diketahui. Polisi kemudian melakukan proses identifikasi dan menelusuri berbagai informasi untuk mengetahui siapa perempuan yang ditemukan di dalam kardus tersebut.
Dari hasil penyelidikan, korban diketahui bernama Siti Maimunah, 41 tahun, warga Tanjung Karang, Bandar Lampung. Dalam sejumlah pemberitaan, nama korban juga ditulis Siti Maemunah.
Penyidik kemudian mencari informasi mengenai keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia di Bandung. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk menyusun kronologi kejadian.
Dugaan sementara menyebut korban dibunuh di sebuah kamar kontrakan di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir.
Polisi turut mendapatkan keterangan dari warga sekitar. Salah satu informasi yang ditelusuri adalah adanya seorang pria yang sempat meminta bantuan warga untuk mengangkat kardus besar pada pagi hari sebelum jasad korban ditemukan.
Keterangan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang membantu polisi menghubungkan lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian dengan lokasi ditemukannya kardus.
Baca Juga; Gunung Sinabung Erupsi Lagi
Polisi Tangkap SDS Kurang dari Enam Jam
Penyelidikan terhadap kasus tersebut berlangsung cepat. Polisi kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial SDS yang diduga berkaitan dengan penemuan jasad korban.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan SDS berhasil diamankan kurang dari enam jam setelah jasad korban ditemukan.
SDS ditangkap di wilayah Banten. Sejumlah laporan menyebut penangkapan dilakukan di kawasan Cikupa ketika tersangka sedang menaiki bus menuju Palembang, yang disebut sebagai kampung halamannya.
“Tersangka dapat kita amankan kurang dari enam jam,” ujar Dedi di Polrestabes Bandung, Rabu, 2 September 2026.
Setelah ditangkap, SDS dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan keterkaitan tersangka dengan peristiwa tersebut.
Tegar menjadi salah satu saksi yang diminta memastikan identitas pria yang menyewa jasanya. Berdasarkan keterangan yang diberikan, Tegar bersama saksi lainnya membenarkan bahwa pria yang diamankan polisi merupakan orang yang sama dengan penyewa kendaraan saat kejadian.
Motif Pembunuhan Masih Menjadi Teka-teki
Meskipun tersangka telah berhasil diamankan, polisi masih harus mengungkap secara keseluruhan rangkaian kasus tersebut. Motif pembunuhan dan hubungan antara SDS dengan korban masih dalam proses pendalaman.
Hingga artikel ini disusun, polisi belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan yang diduga melatarbelakangi pembunuhan. Penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan penyebab kematian korban.
Hasil tersebut nantinya akan menjadi bagian penting untuk melengkapi konstruksi perkara dan menguatkan bukti dalam proses hukum.
Polisi sementara menduga SDS melakukan aksinya seorang diri. Namun, kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
SDS kini ditahan di Mapolrestabes Bandung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus tersebut memperlihatkan bagaimana pekerjaan sederhana seorang sopir jasa angkut justru menjadi pintu awal pengungkapan dugaan pembunuhan. Keputusan Tegar untuk tidak mengabaikan bau menyengat dari kardus menjadi petunjuk penting bagi warga dan polisi.
Jika Tegar tetap melanjutkan perjalanan menuju Kopo tanpa memeriksa kecurigaannya, kardus tersebut berpotensi dibawa ke lokasi lain sehingga penemuan jasad korban bisa menjadi lebih sulit.
Firasat yang awalnya hanya berupa rasa tidak nyaman akhirnya mengungkap sesuatu yang jauh lebih serius. Keberanian Tegar menghentikan perjalanan, meminta bantuan warga, dan melaporkan temuan tersebut kepada polisi menjadi bagian penting dalam terungkapnya kasus dugaan pembunuhan di Bandung.
