Berita

Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Baygon, Apakah Masih Aman Dikonsumsi?

Video ikan asin yang diduga disemprot cairan pembasmi serangga menjadi sorotan di media sosial. Dugaan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan ikan asin yang beredar di pasaran. Pasalnya, penggunaan insektisida pada bahan pangan berpotensi meninggalkan residu kimia yang membahayakan kesehatan.

Rekaman tersebut salah satunya beredar melalui akun Threads @rumpi_gosip. Dalam video itu, seorang penjual diduga menyemprotkan cairan yang disebut sebagai Baygon untuk mengusir lalat saat ikan asin dijemur.

Meski demikian, jenis cairan, lokasi kejadian, dan status ikan asin dalam video tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman yang beredar. Dugaan ini perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Terlepas dari kebenaran video tersebut, insektisida rumah tangga tidak boleh digunakan langsung pada makanan. Produk ini dirancang untuk mengendalikan serangga, bukan untuk mengawetkan atau menjaga kualitas pangan.

Mengapa Ikan Asin Rentan Dihinggapi Lalat?

Ikan asin merupakan produk olahan perikanan yang dibuat melalui proses penggaraman dan pengeringan. Namun, penjemuran di tempat terbuka dapat meningkatkan risiko kontaminasi, terutama apabila ikan tidak terlindungi dari serangga dan lingkungan yang kurang higienis.

Lalat dapat membawa mikroorganisme dari tempat kotor ke permukaan ikan. Selain itu, beberapa jenis lalat dapat meletakkan telur pada bahan pangan yang tersedia. Telur tersebut kemudian menetas menjadi larva atau belatung sehingga mutu ikan menurun dan produk berpotensi tidak layak dikonsumsi.

Masalah ini perlu ditangani melalui penerapan sanitasi dan pengendalian hama yang aman untuk pangan. Penggunaan racun serangga bukan solusi yang tepat karena justru dapat menimbulkan risiko kontaminasi kimia.

BPOM Soroti Dugaan Penggunaan Insektisida pada Pangan

Dugaan penyemprotan insektisida pada ikan asin juga menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan. BPOM mendorong penelusuran terhadap produk yang dicurigai terpapar bahan kimia serta edukasi kepada pelaku usaha mengenai proses pengolahan yang sesuai ketentuan.

Pengawasan diperlukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi persyaratan keamanan pangan. Apabila ditemukan pelanggaran, penanganan lebih lanjut perlu dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Insektisida rumah tangga dapat mengandung bahan aktif pembasmi serangga, pelarut, serta bahan tambahan lain. Jika disemprotkan langsung ke ikan asin, sebagian komponennya berpotensi tertinggal pada permukaan produk.

Besarnya risiko bergantung pada jenis bahan aktif, konsentrasi, jumlah paparan, dan karakteristik bahan pangan. Kontaminasi juga tidak selalu dapat dikenali melalui warna, bentuk, atau bau ikan. Produk yang tampak normal belum tentu bebas dari residu berbahaya.

Apa Dampaknya Jika Insektisida Tertelan?

Risiko kesehatan akibat paparan insektisida berbeda-beda, tergantung pada zat yang terkandung dalam produk dan jumlah yang masuk ke tubuh. Jika ikan yang terkontaminasi dikonsumsi, residu kimia berpotensi menimbulkan efek toksik.

Gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.
  • Gangguan saraf, seperti sakit kepala, pusing, lemas, atau perubahan koordinasi tubuh.
  • Gangguan pernapasan, termasuk sesak napas pada paparan tertentu.
  • Gejala keracunan berat, seperti keringat berlebihan, gangguan penglihatan, kelemahan otot, hingga kejang, bergantung pada jenis bahan aktifnya.

Tidak semua insektisida menyebabkan gejala yang sama. Oleh karena itu, tingkat bahaya tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan merek produk.

Proses penjemuran maupun pemasakan juga tidak menjamin seluruh residu kimia hilang. Mencuci, merendam, menggoreng, atau merebus ikan yang diduga terkena insektisida bukan cara yang dapat diandalkan untuk memastikan produk aman.

Jika telanjur mengonsumsi ikan yang dicurigai terkontaminasi, segera hubungi tenaga kesehatan untuk memperoleh arahan. Jangan memancing muntah tanpa instruksi medis. Apabila muncul sesak napas, kejang, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan darurat.

Cara Mencegah Lalat dan Belatung pada Ikan Asin

Pengendalian lalat dapat dilakukan tanpa menggunakan insektisida secara langsung pada bahan pangan. Beberapa langkah yang dapat diterapkan produsen antara lain:

  1. Menggunakan jaring pelindung. Penutup atau rak pengering tertutup dapat mencegah lalat hinggap dan bertelur pada ikan, sekaligus tetap memungkinkan sirkulasi udara.
  2. Menerapkan penggaraman yang tepat. Takaran dan proses penggaraman perlu disesuaikan dengan metode pengolahan agar membantu menghambat kerusakan produk.
  3. Mengoptimalkan pengeringan. Ikan perlu dikeringkan secara merata dengan kondisi yang terkendali untuk menurunkan kadar air dan memperlambat pembusukan.
  4. Menjaga kebersihan tempat produksi. Sisa ikan, sampah organik, dan genangan air perlu dikelola agar tidak menarik lalat.
  5. Menggunakan teknologi pengeringan yang sesuai. Ruang pengering mekanis dapat menjadi pilihan untuk mengurangi paparan serangga dan kontaminasi lingkungan.

Penerapan cara tersebut perlu disertai penanganan bahan baku dan penyimpanan yang higienis agar keamanan produk tetap terjaga.

Baca Juga; Villa di Dalung Jadi Markas Pinjol

Tips Memilih Ikan Asin yang Lebih Aman

Masyarakat tetap dapat mengonsumsi ikan asin dengan memperhatikan asal produk, kondisi fisik, dan cara penyimpanannya. Belilah ikan asin dari penjual atau produsen yang menerapkan kebersihan selama pengolahan dan penyimpanan.

Periksa apakah ikan terlindungi dari lalat, debu, dan sumber kontaminasi lainnya. Hindari produk yang menunjukkan tanda kerusakan, perubahan kondisi yang tidak wajar, atau keberadaan belatung. Namun, perlu diingat bahwa tampilan yang baik tidak menjamin ikan bebas dari kontaminasi kimia.

Jika menemukan ikan asin yang diduga disemprot insektisida, jangan membeli atau mengonsumsinya. Dokumentasikan produk dan laporkan dugaan tersebut kepada pihak berwenang, seperti BPOM atau dinas terkait, agar dapat ditindaklanjuti.

Keamanan ikan asin tidak hanya bergantung pada proses penggaraman dan pengeringan, tetapi juga pada kebersihan serta pengendalian hama yang benar. Karena itu, penggunaan insektisida rumah tangga pada makanan harus dihindari demi melindungi kesehatan konsumen.

Related posts

Kematian Winda Lorenza Gowasa Masih Misterius, Polisi Sebut Bunuh Diri Keluarga Minta Diselidiki

dewapbn

Kapal Asing Dicegat di Bengkalis, Aparat Ungkap Dugaan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair

dewapbn

Bareskrim Ungkap Penyelundupan 5,4 Kg Sabu di Ban Serep Mobil Menuju Lombok

dewapbn