Uncategorized

Pria yang Viral karena Menendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi

Kasus seorang pria yang terekam kamera menendang perempuan dari belakang di area makanan Mal Senayan City, Jakarta, memasuki tahap baru. Polisi akhirnya mengamankan pria yang diduga terlibat setelah rekaman kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Pria berinisial R, 44 tahun, ditangkap oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 18 September 2026 dini hari. Penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 03.55 WIB.

Kasubdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan bahwa R telah diamankan. Meski demikian, polisi belum menyampaikan secara detail mengenai proses penangkapan maupun hasil pemeriksaan terhadap pria tersebut.

Penyidik saat ini masih mengumpulkan barang bukti untuk memastikan rangkaian kejadian. Polisi juga mendalami kronologi dan mencari tahu alasan yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

Dengan diamankannya R, penyidik dapat melakukan pemeriksaan langsung terhadap pria yang terlihat dalam rekaman CCTV. Keterangan R nantinya akan dicocokkan dengan keterangan saksi, rekaman kamera pengawas, serta bukti lain yang telah dikumpulkan.

Perempuan Sedang Antre Makanan Sebelum Ditendang

Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah rekaman CCTV beredar di sejumlah platform media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang perempuan mengenakan pakaian putih sedang berdiri di area antrean sebuah gerai makanan. Di sekitar lokasi tersebut terdapat sejumlah pengunjung yang sedang beraktivitas seperti biasa.

Tidak jauh dari perempuan itu, terlihat seorang pria mengenakan kaus berwarna hitam sedang duduk. Situasi dalam rekaman pada awalnya tampak normal dan tidak menunjukkan adanya pertengkaran antara keduanya.

Namun, beberapa saat kemudian, pria tersebut tiba-tiba mengangkat kakinya dan menendang bagian belakang tubuh perempuan yang berdiri di depannya.

Akibat tendangan tersebut, perempuan itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kejadian berlangsung singkat, tetapi rekaman CCTV kemudian menyebar luas sehingga menarik perhatian warganet.

Salah satu akun yang membagikan video tersebut adalah Instagram @viralforjusticecom. Dalam keterangan unggahan, peristiwa disebut terjadi pada Minggu sore, 13 September 2026, di area food court Senayan City.

Narasi yang menyertai video juga memuat dugaan mengenai alasan tindakan tersebut. Salah satu informasi yang beredar menyebut pria itu merasa terganggu karena korban berdiri terlalu dekat dengan tempat duduknya ketika sedang makan.

Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai motif kejadian. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai alasan R melakukan tindakan tersebut karena proses penyelidikan masih berjalan.

Polisi Telusuri CCTV dan Keterangan Saksi

Sebelum R diamankan oleh Jatanras Polda Metro Jaya, aparat kepolisian di wilayah Tanah Abang telah melakukan langkah awal untuk mengusut kejadian.

Kapolres Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo sebelumnya mengatakan polisi telah mendatangi lokasi dan memeriksa informasi yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Rekaman kamera pengawas menjadi salah satu bahan yang diperiksa untuk mengetahui kondisi di lokasi sebelum, saat, dan setelah kejadian. Polisi juga berupaya mengidentifikasi orang-orang yang berada di sekitar lokasi dan mengetahui peristiwa tersebut.

Kondisi korban turut menjadi perhatian. Perempuan yang menjadi sasaran tendangan disebut masih mengalami syok setelah insiden.

Dhimas sebelumnya menyampaikan bahwa korban belum dapat membuat laporan polisi karena masih berada dalam kondisi syok atau trauma.

Situasi tersebut membuat proses pengumpulan informasi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi korban. Meski laporan korban belum tersedia, kepolisian tetap dapat melakukan penyelidikan berdasarkan informasi awal, rekaman CCTV, keterangan saksi, serta barang bukti lain yang ditemukan.

Setelah kasus tersebut semakin mendapat perhatian, penanganannya kemudian dilanjutkan oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Empat Saksi Sudah Diperiksa

Dalam perkembangan penyidikan, polisi telah meminta keterangan dari empat orang saksi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu penyidik menyusun kronologi kejadian secara lebih lengkap.

Penyidik tidak hanya berfokus pada tindakan penendangan yang terlihat dalam rekaman. Situasi sebelum kejadian juga perlu ditelusuri untuk mengetahui apakah terdapat interaksi atau peristiwa tertentu yang mendahului tindakan tersebut.

Rekaman CCTV menjadi salah satu alat bantu penting karena dapat memperlihatkan kondisi di lokasi pada waktu kejadian. Polisi kemudian mencocokkan rekaman dengan keterangan para saksi dan bukti lain.

Hingga R diamankan, polisi belum mengungkap pasal yang akan diterapkan terhadapnya. Motif tindakan tersebut juga masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Karena pemeriksaan belum selesai, informasi yang beredar mengenai alasan R melakukan penendangan belum dapat dianggap sebagai kesimpulan resmi. Polisi masih perlu meminta keterangan R dan menghubungkannya dengan hasil pemeriksaan saksi serta barang bukti.

Baca Juga; 10 Hari Pencarian Jurnalis Hilang Resmi Dihentikan

Polda Metro Jaya Minta Publik Tak Sebarkan Informasi Mentah

Peredaran video secara cepat membuat kasus ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Namun, rekaman yang hanya memperlihatkan sebagian kejadian juga dapat memunculkan berbagai tafsir mengenai peristiwa yang terjadi sebelum maupun setelah tindakan tersebut.

Karena itu, Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta masyarakat menyerahkan proses penanganan perkara kepada penyidik. Warga yang mengetahui informasi terkait kejadian juga diharapkan menyampaikannya kepada kepolisian sehingga dapat diperiksa secara resmi.

Imbauan tersebut disampaikan karena informasi di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan peristiwa. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan kronologi berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain kepolisian, pihak pengelola Senayan City juga telah memberikan tanggapan. Manajemen menyatakan keprihatinan atas kejadian yang dialami korban dan menegaskan komitmennya menjaga keamanan serta kenyamanan pengunjung.

Pihak Senayan City juga menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Manajemen turut menyatakan akan menghormati privasi pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.

Kini, setelah R diamankan, proses hukum memasuki tahap pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih harus mengumpulkan dan mencocokkan berbagai bukti untuk memastikan kronologi serta motif kejadian.

Keterangan dari R akan menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Polisi juga masih melanjutkan pemeriksaan saksi dan bukti lain sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Dengan demikian, informasi mengenai motif maupun pasal yang akan dikenakan terhadap R masih menunggu hasil penyidikan. Publik diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau narasi yang beredar di media sosial.

Related posts

Pernyataan Prabowo soal Pihak yang Pesimistis Diminta “Cari Negara Lain” Jadi Sorotan, Ini Konteks Lengkap Pidatonya

dewapbn

Jepang Kirim Pasukan dan Helikopter ke Indonesia untuk Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

dewapbn

Kabut Asap Kalimantan Menyeberang ke Malaysia, ASEAN Disiapkan Jadi Jalan Keluar

dewapbn