Berita

Longsor di Kawasan Glamping Pelaga Badung, Dua Wisatawan Masih dalam Pencarian

BADUNG, BALI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, selama berjam-jam memicu terjadinya tanah longsor pada Minggu malam (1/11/2026). Bencana tersebut menerjang kawasan wisata Eco Park Pelaga Glamping Retreat dan menyebabkan sejumlah bangunan penginapan mengalami kerusakan berat. Hingga Selasa (3/11/2026) pagi, dua wisatawan yang berada di lokasi kejadian masih belum ditemukan.

Peristiwa longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Material tanah dan bebatuan dari tebing di sekitar penginapan meluncur menuju area glamping yang berdekatan dengan aliran sungai. Akibatnya, satu unit penginapan, yakni Room 6, dilaporkan hilang setelah terseret material longsor dan diduga terbawa arus sungai. Sementara itu, tiga bangunan lainnya, yaitu Room 3, Room 4, dan Room 5, mengalami kerusakan hingga roboh.

Dua wisatawan yang belum ditemukan diketahui berjenis kelamin laki-laki. Salah satunya bernama Bangkit Mubarok, warga negara Indonesia. Adapun satu korban lainnya merupakan warga negara asing yang identitas serta kewarganegaraannya masih belum diketahui secara pasti.

Hujan Berkepanjangan Diduga Menjadi Pemicu Longsor

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi telah mengguyur kawasan Pelaga sejak Minggu sore sekitar pukul 15.00 Wita. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di wilayah perbukitan semakin jenuh air sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pergerakan tanah.

Sebelumnya, BMKG Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Bali bagian tengah, termasuk Kecamatan Petang.

Ketika longsor terjadi, para tamu penginapan sempat mendengar suara material tanah yang bergerak dan berteriak meminta pertolongan. Petugas resepsionis yang melakukan pemeriksaan kemudian mendapati Room 6 sudah tidak berada di posisi semula.

Saat kejadian berlangsung, terdapat 23 tamu yang menginap di kawasan tersebut, termasuk enam wisatawan asing. Sebanyak 21 orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua penghuni Room 6 dinyatakan hilang.

Pengelola bersama sejumlah pihak sempat melakukan pencarian awal. Namun, upaya tersebut harus dihentikan sementara karena hujan masih berlangsung dan kondisi medan dinilai membahayakan. Pengelola kemudian meminta bantuan Basarnas Bali. Laporan resmi diterima pada Senin (2/11/2026) pukul 06.10 Wita.

Ratusan Personel Gabungan Dilibatkan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Bali memberangkatkan sembilan personel dari Pos SAR Jimbaran menuju lokasi kejadian. Perjalanan menuju kawasan Pelaga membutuhkan waktu sekitar dua jam. Laporan disampaikan oleh pemilik penginapan, Kadek Suardika.

Operasi pencarian selanjutnya diperluas dengan melibatkan berbagai unsur. Pada Senin, sebanyak 123 personel gabungan dikerahkan untuk mencari kedua wisatawan yang hilang. Tim dibagi menjadi tiga kelompok agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih terarah.

Personel yang terlibat berasal dari Basarnas Bali, SAR Brimob, SAR Polda Bali, Polres Badung, Polsek Petang, Dinas Pemadam Kebakaran Badung, BPBD Badung, BPBD desa, serta masyarakat setempat.

Untuk mendukung pencarian, petugas menggunakan berbagai peralatan, seperti cangkul, sekop, kapak, sepatu bot, dan alat berat. BPBD Badung juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung guna membantu membuka akses yang tertutup material longsor.

Selain itu, anjing pelacak K-9 turut diterjunkan untuk membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban. Penyemprotan air juga dilakukan untuk membersihkan timbunan tanah di sejumlah titik pencarian.

Memasuki hari kedua, penyisiran diperluas hingga sepanjang aliran sungai dan kawasan bendungan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus setelah bangunan penginapan terseret longsoran.

Kondisi Medan Menyulitkan Proses Pencarian

Tim SAR menghadapi sejumlah hambatan selama operasi berlangsung. Kontur wilayah yang curam, timbunan material longsor, serta akses menuju lokasi yang terbatas membuat proses pencarian membutuhkan penanganan khusus.

Ancaman longsor susulan juga menjadi perhatian petugas. Hujan yang kembali turun berpotensi membuat tanah semakin tidak stabil dan meningkatkan debit sungai. Oleh karena itu, setiap kegiatan penggalian dan pemindahan material harus mempertimbangkan keselamatan personel.

Terdapat dua kemungkinan lokasi keberadaan korban yang menjadi fokus pencarian, yakni tertimbun material longsor bersama bangunan penginapan atau terseret aliran sungai. Basarnas Bali menyatakan operasi akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

Baca Juga; Willie Salim Klarifikasi Soal Deklarasi Sumpah Pemuda

Pemerintah dan Kepolisian Pantau Penanganan Bencana

Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce turut meninjau lokasi kejadian pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 09.45 Wita. Dalam kunjungannya, ia didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa dan sejumlah pejabat utama Polda Bali.

Kapolda meminta seluruh personel mengoptimalkan pencarian hingga kedua korban ditemukan. Namun, ia juga mengingatkan agar keselamatan petugas tetap menjadi prioritas mengingat kondisi medan yang berat dan adanya potensi longsor susulan.

Dukungan penanganan juga disampaikan Wakil Gubernur Bali Giri Prasta. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung mendorong agar proses pencarian dan evakuasi dilaksanakan secara maksimal.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai kerawanan bencana longsor di kawasan Pelaga. Wilayah dataran tinggi tersebut memiliki karakteristik perbukitan dan lereng yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama ketika curah hujan meningkat.

Beberapa kejadian serupa pernah terjadi di Kecamatan Petang. Pada Februari 2017, longsor menyebabkan kerusakan bangunan SDN 3 Desa Pelaga. Kemudian, pada 17 Oktober 2022, sekitar 10 titik longsor menutup akses jalan Petang–Pelaga dan mengakibatkan satu warga mengalami luka-luka.

Hingga Selasa (3/11/2026) pagi, pencarian terhadap Bangkit Mubarok dan satu wisatawan asing masih berlangsung. Tim gabungan terus menyisir timbunan longsor serta aliran sungai untuk menemukan kedua korban. Kepastian mengenai keberadaan mereka masih menunggu hasil operasi pencarian di lapangan.

Related posts

Legislator Apresiasi Prabowo Cabut 4 Iup Di Raja Ampat: Visioner, Tegas

Dolirena

Betrand Peto Diperiksa 8 Jam di Polda Metro Jaya, Penyidik Ajukan 54 Pertanyaan

dewapbn

Kinerja KPK di Bawah Kepemimpinan Baru: Analisis dan Harapan

Dolirena