Ada yang unik dari pernikahan pasangan muda asal Grobogan, Jawa Tengah. Jika biasanya seserahan pengantin berupa perhiasan, perlengkapan rumah, pakaian, atau kendaraan, pasangan ini justru membawa sebuah Ekskavator ke dalam rombongan pernikahan.
Ekskavator berwarna kuning menjadi salah satu bagian dari mahar dan seserahan Rico Putra Roberto Syah, 23 tahun, untuk Laella Nur Fadhilah, 20 tahun. Alat berat tersebut bahkan harus diangkut menggunakan truk towing dalam perjalanan menuju lokasi acara.
Pemandangan tak biasa itu kemudian direkam dan tersebar di media sosial. Video konvoi ekskavator bersama sejumlah kendaraan lain membuat warganet ramai membicarakannya.
Pernikahan Rico dan Laella sendiri berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Akad nikah digelar di kediaman orang tua Laella yang berada di Dusun Larangan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Grobogan.
Ekskavator Diangkut Bersama Rombongan Seserahan

Rombongan seserahan Rico tidak hanya membawa alat berat. Ada pula sejumlah kendaraan yang dihias menggunakan pita dan dibawa menuju rumah keluarga mempelai perempuan.
Dalam iring-iringan tersebut terdapat dua mobil dan dua sepeda motor. Sementara ekskavator ditempatkan di atas kendaraan towing agar dapat dibawa ke lokasi acara.
Kehadiran alat berat di tengah permukiman warga tentu menjadi pemandangan yang tidak biasa. Warga sekitar bahkan ikut membantu mengatur lalu lintas ketika rombongan kendaraan tiba.
Momen tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video konvoi beredar di media sosial. Salah satu unggahan dari akun @undercover.id turut membuat cerita pernikahan tersebut semakin dikenal publik.
Nilai Seserahan Disebut Mencapai Rp2 Miliar
Setelah pernikahan berlangsung, kendaraan dan sejumlah barang seserahan masih terlihat berada di rumah keluarga Laella.
Rico membenarkan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut memang sengaja diberikan sebagai bagian dari mahar dan seserahan untuk istrinya.
Jika seluruh barang dihitung, termasuk perabot rumah tangga, mebel, serta peralatan elektronik seperti kulkas dan mesin cuci, nilai seserahan diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
Untuk kendaraan dan alat berat saja, nilainya berada di kisaran Rp1,5 miliar.
Ekskavator XE60GA yang menjadi perhatian utama diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp400 juta. Selain itu, terdapat GWM Tank dengan perkiraan harga Rp700 juta hingga Rp800 juta.
Rombongan juga membawa Honda Brio yang ditaksir sekitar Rp220 juta, Yamaha YZ sekitar Rp108 juta, serta Vespa Primavera dengan nilai kurang lebih Rp65 juta.
Selain barang dan kendaraan, Rico turut memberikan uang tunai yang nominalnya dibuat mengikuti tanggal pernikahan mereka. Jumlahnya sekitar Rp2 juta lebih.
Kendaraan Diberi Identitas Khusus untuk Kedua Mempelai

Ada detail menarik pada dua mobil yang menjadi bagian dari seserahan. GWM Tank dan Honda Brio menggunakan tulisan khusus yang menyerupai pelat nomor.
Pada GWM Tank terpasang tulisan K 121 CO, sedangkan Honda Brio memiliki tulisan K 333 LA.
Tulisan tersebut bukan pelat nomor kendaraan resmi. Keduanya dibuat sebagai identitas simbolis untuk acara pernikahan.
Kombinasi angka dan huruf tersebut sengaja dibuat agar dapat dikaitkan dengan nama kedua mempelai. GWM Tank diberikan kepada Rico, sedangkan Honda Brio diperuntukkan bagi Laella.
Detail semacam ini membuat seserahan mereka tidak hanya bernilai secara materi, tetapi juga memiliki unsur personal yang berkaitan dengan pasangan pengantin.
Alat Berat Dipilih karena Sesuai dengan Bisnis Rico
Di balik pilihan ekskavator sebagai seserahan, ternyata terdapat alasan yang cukup sederhana. Rico memang sudah berkecimpung dalam bisnis kontraktor dan penyewaan alat berat.
Usaha tersebut mulai dirintisnya sejak 2022. Karena itu, ekskavator merupakan aset yang cukup dekat dengan aktivitas bisnis sehari-harinya.
Rico tidak melihat alat berat tersebut sekadar sebagai barang untuk dipamerkan dalam acara pernikahan. Ia justru ingin menjadikannya aset yang bisa memberikan manfaat bagi kehidupan rumah tangga.
Rencananya, ekskavator tersebut akan disewakan. Pendapatan dari kegiatan penyewaan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi Laella setelah mereka menikah.
Dengan cara tersebut, mahar yang diberikan bukan hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga dapat digunakan sebagai aset produktif.
Laella Mengaku Tidak Pernah Meminta Mahar Miliaran
Meski mendapatkan seserahan dengan nilai yang cukup fantastis, Laella mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah meminta kendaraan maupun ekskavator sebagai mahar.
Sebagian besar barang tersebut merupakan inisiatif Rico. Laella hanya ikut memilih beberapa barang yang akan digunakan untuk kebutuhan mereka.
Bagi Laella, pertimbangan utama dalam menerima Rico bukanlah nilai materi dari seserahan. Ia menilai calon suaminya sebagai sosok yang bertanggung jawab dan memiliki kemauan untuk bekerja keras.
Rico sendiri mengaku tidak menyangka pernikahannya akan menjadi perhatian luas. Ia baru mengetahui video rombongan seserahan tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar di media sosial.
Baca Juga; MV King Sun Dicegat di Perairan Bintan
Kisah Laella Sebelum Menikah
Di balik cerita ekskavator yang viral, Laella juga memiliki perjalanan pribadi yang cukup menarik.
Perempuan berusia 20 tahun tersebut merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Salah satu kakaknya merupakan anggota TNI yang sedang bertugas di Papua.
Karena sang kakak belum menikah dan tidak dapat hadir dalam prosesi pernikahan, keluarga Laella menjalankan tradisi langkahan.
Dalam tradisi Jawa, langkahan merupakan prosesi ketika adik menikah terlebih dahulu daripada kakaknya. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus permohonan izin kepada kakak yang dilangkahi.
Sebelum memutuskan menikah, Laella sebenarnya sempat memiliki keinginan untuk mengikuti jejak kakaknya menjadi anggota TNI.
Namun, keinginan tersebut tidak diteruskan setelah ia mengetahui beratnya proses pendidikan serta kemungkinan ditempatkan di berbagai wilayah.
Kenal dari Media Sosial hingga Berujung Pernikahan
Hubungan Rico dan Laella bermula dari perkenalan melalui media sosial pada November 2025.
Setelah berkomunikasi dan menjalin hubungan, keduanya kemudian memutuskan untuk menikah. Jarak waktu antara perkenalan dan pernikahan mereka pun tidak sampai satu tahun.
Setelah resmi menjadi pasangan suami istri, Laella akan tinggal bersama Rico di Karangrejo, Grobogan.
Ia juga berencana ikut terlibat dalam usaha penyewaan alat berat yang dijalankan Rico. Selain itu, keduanya ingin mengembangkan usaha lain yang dapat menjadi sumber penghasilan keluarga.
Bukan Sekadar Seserahan, Ada Rencana untuk Masa Depan
Viralnya ekskavator dalam rombongan pernikahan Rico dan Laella membuat banyak orang penasaran. Ada warganet yang mempertanyakan bagaimana pasangan muda tersebut bisa memberikan seserahan bernilai miliaran rupiah.
Laella mengaku terbiasa menjalankan salat malam dan puasa Daud. Namun, ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama di balik besarnya seserahan yang diterima.
Sempat muncul pula informasi berbeda mengenai kendaraan yang diberikan. Beberapa kabar awal menyebut adanya Jeep Wrangler Rubicon dan Kawasaki KLX dengan total nilai mencapai Rp4 miliar hingga Rp6 miliar.
Namun, informasi tersebut tidak sesuai dengan keterangan Rico. Ia memastikan kendaraan yang diberikan adalah GWM Tank dan Yamaha YZ. Jika seluruh barang, termasuk perabotan dan elektronik, dihitung, nilainya berada di kisaran Rp2 miliar.
Pada akhirnya, kisah pernikahan Rico dan Laella bukan hanya soal mahar bernilai fantastis. Ekskavator tersebut menjadi bagian dari rencana mereka membangun kehidupan setelah menikah.
Bagi pasangan ini, alat berat yang sempat membuat warga dan warganet heboh diharapkan dapat benar-benar menjadi aset yang menghasilkan. Mereka pun berharap kehidupan rumah tangga ke depan tetap harmonis, saling mendukung, dan berkembang bersama.
