Berita

Rafli Tewas Usai Tawuran di Makassar, 11 Polisi dan 2 Warga Diperiksa Propam

Kasus meninggalnya Rafli Ramadhani alias Pingky (19) setelah terkena luka tembak dalam peristiwa tawuran di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, masih terus didalami. Hingga Selasa, 29 September 2026, Bidang Profesi dan Pengamanan atau Propam Polda Sulsel telah memeriksa 11 personel kepolisian serta dua warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap secara rinci rangkaian peristiwa yang terjadi ketika polisi membubarkan bentrokan antarkelompok pada Minggu dini hari, 27 September 2026.

Salah satu hal yang menjadi perhatian penyidik adalah tindakan anggota kepolisian saat menghadapi massa. Polisi juga perlu memastikan apakah penggunaan senjata dalam situasi tersebut telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan terhadap personel dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama, lima anggota Polsek Tallo diperiksa. Jumlah itu kemudian bertambah menjadi tujuh personel, termasuk Kapolsek Tallo AKP Asfada. Pada Selasa, total personel yang telah diperiksa mencapai 11 orang. Dua warga turut dimintai keterangan sebagai bagian dari upaya mencocokkan kronologi kejadian.

Tawuran di Tallo Berujung Kematian

Peristiwa bermula dari tawuran antarkelompok di sekitar Jalan Kandea III, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, pada Minggu sekitar pukul 02.50 Wita.

Laporan mengenai bentrokan tersebut membuat personel Polsek Tallo bergerak menuju lokasi. Lima anggota Unit Reskrim Polsek Tallo yang dipimpin Panit Opsnal Ipda A Syahrir datang untuk membubarkan kelompok yang terlibat aksi saling serang.

Situasi di lokasi disebut cukup berbahaya. Polisi yang datang justru mendapat serangan berupa lemparan batu dan anak panah busur. Dalam kondisi tersebut, anggota kepolisian kemudian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa.

Di tengah kericuhan tersebut, Rafli mengalami luka akibat tembakan. Korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, nyawa Rafli tidak berhasil diselamatkan. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti bagaimana korban terkena tembakan serta asal proyektil yang menyebabkan luka tersebut.

Sejak awal, kepolisian menyatakan kematian Rafli masih dalam proses pendalaman. Artinya, keterkaitan antara tembakan yang dilepaskan saat pembubaran tawuran dan luka yang menyebabkan korban meninggal masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan forensik dan bukti lainnya.

Propam Periksa Personel yang Bertugas

Meninggalnya Rafli membuat Propam Polda Sulsel turun tangan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan personel di lapangan telah sesuai standar operasional prosedur atau SOP.

Kapolsek Tallo AKP Asfada juga termasuk personel yang dimintai keterangan. Pemeriksaan terhadap seluruh anggota yang bertugas diperlukan untuk mengetahui situasi ketika polisi tiba di lokasi, tindakan yang dilakukan, hingga penggunaan senjata selama proses pembubaran.

Selain Propam, Itwasda Polda Sulsel juga dilibatkan dalam pendalaman. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai siapa yang melakukan tindakan tertentu, alat yang digunakan, serta apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan.

Keterangan dari masyarakat juga dianggap penting karena warga dapat memberikan informasi mengenai posisi korban, massa, dan petugas ketika bentrokan berlangsung.

Hasil Autopsi Menunjukkan Luka Tembak

Jenazah Rafli telah menjalani pemeriksaan medis dan autopsi. Kepolisian menyampaikan bahwa terdapat luka akibat tembakan pada tubuh korban.

Namun, proses penyelidikan tidak berhenti pada hasil autopsi. Polisi masih perlu mengetahui jenis proyektil serta senjata yang digunakan untuk menentukan asal tembakan.

Karena itu, senjata dan amunisi milik personel Polsek Tallo yang digunakan saat pembubaran tawuran dibawa ke Laboratorium Forensik Cabang Makassar untuk menjalani pemeriksaan balistik.

Uji balistik menjadi bagian penting karena dapat membantu penyidik mencocokkan karakteristik proyektil dengan senjata tertentu. Pemeriksaan tersebut juga dapat memberikan informasi teknis mengenai jenis atau kaliber peluru yang berkaitan dengan luka korban.

Dengan pemeriksaan tersebut, penyidik diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai rangkaian penembakan yang terjadi di lokasi.

Kerusuhan Kembali Pecah Setelah Rafli Meninggal

Kematian Rafli kemudian diikuti kericuhan lain di kawasan Tallo. Massa dilaporkan melakukan penyerangan dan perusakan terhadap fasilitas yang berkaitan dengan pengamanan.

Pos mitigasi gabungan TNI-Polri di sekitar Jalan Kandea III-Jalan Bunga Ejayya dilaporkan dirusak dan dibakar pada Minggu dini hari. Polisi kini juga menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran tersebut.

Peristiwa tersebut membuat penanganan kasus berkembang menjadi dua jalur. Pertama, polisi menyelidiki kematian Rafli dan mencari tahu asal tembakan yang mengenai korban. Kedua, aparat mengusut aksi penyerangan serta perusakan fasilitas keamanan yang terjadi setelah kericuhan.

Baca Juga; ASN Kemenrekraf Meninggal Saat Komcad

Pengamanan di Tallo Diperketat

Setelah rangkaian bentrokan tersebut, kepolisian meningkatkan pengamanan di wilayah Tallo. Personel tambahan dikerahkan untuk membantu jajaran Polsek Tallo sekaligus mencegah munculnya bentrokan susulan.

Koordinasi dengan masyarakat juga dilakukan melalui perangkat wilayah seperti RT, RW, lurah, dan camat. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah adanya aksi balasan.

Sementara itu, proses penyelidikan terhadap kematian Rafli masih berjalan. Pemeriksaan terhadap 11 anggota polisi dan dua warga menjadi bagian dari upaya mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.

Hasil uji balistik nantinya menjadi salah satu bukti penting dalam penyidikan. Pemeriksaan tersebut diharapkan membantu menjawab pertanyaan mengenai jenis proyektil dan kemungkinan kecocokannya dengan senjata yang digunakan personel saat pembubaran tawuran.

Kepolisian juga menyatakan proses hukum akan dilakukan secara transparan. Penyebab pasti kematian Rafli serta rangkaian kejadian yang terjadi sebelum dan sesudah penembakan masih menunggu hasil keseluruhan penyelidikan.

Di tengah proses tersebut, masyarakat diimbau tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa personel, serta menganalisis bukti forensik untuk menyusun kronologi kejadian secara lebih lengkap.

Related posts

Misteri Hilangnya Mozza Terungkap Setelah Setahun, Gadis Semarang Ditemukan Tinggal Kerangka

dewapbn

Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan Viral, Konsep Karnaval Malam Tuai Polemik

dewapbn

Prabowo: 5 Kali Maju Presiden, 4 Kali Kalah Namun Buruh Senantiasa Dukung Aku

Dolirena