Berita

Viral ASN Buka Palang dan Lewati Jalan Cor Basah di Pekalongan, Pemkab Beri Tanggapan

Sebuah video yang memperlihatkan pengendara mobil melintasi jalan yang baru selesai dicor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pengemudi yang terlihat mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN) turun dari mobil dan membuka palang pembatas sebelum melintasi permukaan beton yang masih basah.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 28 September 2026, di ruas Jalan Watusalam–Karangdadap, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Jalan tersebut saat itu sedang dalam proses pengecoran sehingga kendaraan seharusnya belum diperbolehkan melewati bagian yang baru dikerjakan.

Video kejadian kemudian menyebar di media sosial dan ditonton lebih dari satu juta kali. Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut memberikan perhatian terhadap peristiwa tersebut, terutama karena tindakan kendaraan melintas meninggalkan bekas roda pada permukaan jalan.

Pengemudi Turun dan Memindahkan Palang

Peristiwa berlangsung di sekitar pertigaan Jalan Letjen Suprapto atau yang dikenal warga sebagai pertigaan Sean. Lokasi tersebut berada di kawasan yang tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Pekalongan dengan Kota Pekalongan.

Ketika kejadian berlangsung, kondisi lalu lintas di lokasi cukup ramai. Para pekerja sedang melakukan pengecoran jalan sehingga akses kendaraan ditutup sementara.

Palang pembatas dipasang di lokasi untuk mencegah kendaraan melintasi permukaan beton yang belum mencapai tahap pengerasan. Namun, sebuah mobil berwarna silver yang berada di bagian depan antrean kemudian berhenti.

Dalam video yang beredar, pengemudi mobil terlihat turun dari kendaraan. Ia kemudian membuka atau memindahkan palang yang sebelumnya digunakan untuk menutup akses.

Setelah pembatas disingkirkan, mobil tersebut bergerak masuk ke jalur yang baru saja dicor. Beberapa pengendara sepeda motor yang berada di belakang mobil kemudian ikut melintasi bagian jalan tersebut.

Permukaan Beton Meninggalkan Bekas Roda

Kendaraan yang melewati beton basah membuat permukaan jalan meninggalkan bekas roda. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena beton yang baru dicor membutuhkan waktu untuk mengalami pengerasan sebelum dapat digunakan sebagai jalur kendaraan.

Bekas lintasan kendaraan terlihat pada bagian jalan yang masih dalam proses pengerjaan. Pekerja kemudian melakukan penanganan terhadap area yang terdampak agar pekerjaan jalan dapat kembali dilanjutkan.

Video peristiwa tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @pekalonganterkini. Dalam waktu sekitar delapan jam, tayangan tersebut telah memperoleh lebih dari 1,1 juta penayangan.

Tingginya jumlah penonton membuat kejadian tersebut menjadi perhatian warganet. Berbagai komentar muncul setelah masyarakat melihat pengemudi membuka pembatas dan membawa kendaraannya melewati jalan yang belum siap digunakan.

Jalan Disebut Baru Dicor Malam Sebelumnya

Warga sekitar bernama Wigati mengatakan pengecoran ruas jalan tersebut baru dilakukan pada malam sebelum kejadian.

Pada Senin pagi, arus kendaraan di kawasan itu cukup ramai. Banyak warga menggunakan jalan tersebut untuk beraktivitas dan berangkat bekerja.

Antrean kendaraan kemudian muncul karena akses melewati bagian jalan yang sedang dikerjakan dibatasi. Kondisi tersebut diduga membuat sebagian pengguna jalan harus menunggu hingga pekerjaan selesai atau mencari jalur lain.

Setelah kendaraan melintas, bagian beton yang terdampak kemudian ditangani kembali oleh pekerja. Area tersebut ditutup dan diberi pasir sebagai bagian dari proses pekerjaan lanjutan.

Perbaikan diperlukan untuk menjaga agar kualitas permukaan jalan tetap sesuai dengan tahapan konstruksi yang telah dilakukan.

Pemkab Pekalongan Soroti Peristiwa Viral

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman.

Ia menyampaikan tanggapan setelah menghadiri pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di Aula Setda Kabupaten Pekalongan pada Senin sore.

Sukirman mengatakan pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap identitas pengemudi yang terlihat dalam video.

Pada saat itu, muncul informasi bahwa pria yang mengenakan seragam ASN tersebut bukan pegawai Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ia disebut-sebut merupakan ASN Pemerintah Kota Pekalongan.

Namun, informasi mengenai identitas maupun instansi tempat pengemudi bekerja belum mendapatkan konfirmasi resmi ketika tanggapan tersebut disampaikan.

Sukirman meminta pihak yang bersangkutan melakukan introspeksi apabila nantinya terbukti sebagai pengemudi mobil dalam video tersebut. Ia juga berharap yang bersangkutan dapat menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

Identitas ASN Belum Dipastikan

Meski video telah beredar luas, identitas pengemudi belum dapat dipastikan secara resmi hingga Selasa pagi, 29 September 2026.

Begitu pula dengan status kepegawaiannya, instansi tempat bekerja, serta kemungkinan adanya proses pembinaan atau tindakan lain. Pemerintah Kota Pekalongan juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai hal tersebut dalam informasi yang tersedia.

Karena itu, informasi mengenai identitas pengemudi yang beredar melalui media sosial masih perlu menunggu verifikasi dari pihak berwenang.

Sukirman mengatakan apabila pengemudi tersebut terbukti merupakan ASN Pemerintah Kota Pekalongan dan terdapat unsur kesengajaan dalam tindakannya, Pemkab Pekalongan akan berkoordinasi dengan Pemkot Pekalongan.

Baca Juga; Kebakaran Gudang di Cikarang

Jalan yang Rusak Akibat Bekas Kendaraan Akan Diperbaiki

Selain persoalan pengemudi, pemerintah juga memperhatikan dampak terhadap pekerjaan pengecoran jalan.

Sukirman menyayangkan adanya bagian jalan yang mengalami gangguan setelah dilewati kendaraan ketika beton masih basah. Ia memastikan bagian yang terdampak akan diperbaiki kembali agar kualitas jalan tetap terjaga.

Perbaikan tersebut diperlukan supaya pekerjaan konstruksi dapat kembali berjalan sesuai tahapan. Beton yang baru dicor memang membutuhkan waktu sebelum dapat menerima beban kendaraan.

Jika kendaraan melewati permukaan terlalu dini, bekas roda dapat muncul dan bentuk permukaan jalan dapat berubah. Kondisi tersebut berpotensi membuat bagian yang sudah dikerjakan harus diperbaiki kembali.

Masyarakat Diminta Mengikuti Pembatas Jalan

Sukirman juga mengingatkan pengguna jalan untuk bersabar ketika melintasi ruas yang sedang menjalani perbaikan.

Pekerjaan konstruksi dilakukan untuk meningkatkan kondisi infrastruktur yang nantinya digunakan masyarakat. Selama proses berlangsung, antrean atau perlambatan kendaraan menjadi salah satu kondisi yang mungkin terjadi.

Pengguna jalan diharapkan mengikuti rambu, palang, serta arahan petugas di lokasi. Pembatas yang dipasang bukan hanya berfungsi mengatur arus kendaraan, tetapi juga menjaga area pekerjaan agar tidak terganggu.

Peristiwa di Jalan Watusalam–Karangdadap menjadi perhatian karena satu kendaraan yang melewati jalan cor basah kemudian diikuti sejumlah pengendara lain.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu kepastian mengenai identitas pengemudi serta tindak lanjut dari instansi terkait. Di sisi lain, pekerja akan melakukan perbaikan pada bagian jalan yang terdampak agar proses pengecoran dapat kembali berjalan dan ruas tersebut nantinya dapat digunakan secara normal.

Related posts

Banjir Jakarta Belum Juga Surut, 9 Rt-2 Ruas Jalan Masih Tergenang Pagi Ini

Dolirena

49 Hotspot Muncul di Gorontalo, Ancaman Karhutla Meningkat Saat Musim Kemarau

dewapbn

Kasus HGB Summarecon: Dari Blokir Sertifikat hingga Temuan Uang Rp106,3 Miliar

dewapbn