Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) memperluas jaringan organisasinya. Sebanyak 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) baru resmi dikukuhkan untuk menjadi bagian dari forum yang membawa misi mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Pengukuhan tersebut dilakukan Ketua Dewan Pembina FORMAS, Hashim Djojohadikusumo, dalam sebuah acara di Aula Universitas Podomoro, Jakarta, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Penambahan tersebut membuat jumlah organisasi yang berada di bawah naungan FORMAS kini mencapai 103 organisasi. Berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda menjadi bagian dari forum tersebut, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Acara pengukuhan juga bertepatan dengan peringatan hari jadi FORMAS yang memasuki tahun kedua. Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dua Tahun Berdiri, Keanggotaan FORMAS Terus Bertambah

Perkembangan jumlah anggota menjadi salah satu sorotan dalam peringatan ulang tahun kedua FORMAS.
Dalam acara tersebut, Hashim Djojohadikusumo secara langsung mengukuhkan 20 ormas yang bergabung sebagai anggota baru. Prosesi tersebut turut didampingi Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati dan Ketua Dewan Pakar FORMAS Serian Wijatno.
Dengan tambahan tersebut, forum kini memiliki 103 organisasi anggota.
Pertumbuhan keanggotaan ini menunjukkan adanya upaya memperluas keterlibatan masyarakat sipil dalam berbagai isu pembangunan. Organisasi yang bergabung memiliki latar belakang dan bidang pengabdian yang beragam.
FORMAS sendiri menempatkan keberagaman tersebut sebagai salah satu kekuatan untuk membangun kolaborasi di tengah masyarakat.
Hashim Soroti Cita-cita Mewujudkan Kesejahteraan
Dalam sambutannya, Hashim menekankan pentingnya kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari cita-cita besar pembangunan Indonesia.
Menurutnya, keberadaan FORMAS memiliki hubungan dengan semangat untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera sekaligus menjaga keberlanjutan bangsa.
Hashim juga menyinggung perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi persoalan kesejahteraan.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya lahir dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Bagi Hashim, pembangunan menuju Indonesia Emas tidak cukup hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi. Kualitas kesehatan masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting.
Ia menilai tujuan Indonesia Emas akan sulit dicapai apabila kualitas kesehatan masyarakat masih menghadapi banyak persoalan.
Anggota Baru Didorong Ikut Berkontribusi
Bertambahnya jumlah anggota FORMAS bukan dimaksudkan hanya untuk memperbesar struktur organisasi.
Ketua Dewan Pakar FORMAS, Serian Wijatno, mengatakan keberadaan berbagai organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi masyarakat sipil dalam pembangunan.
Menurutnya, ormas yang bergabung perlu mengambil peran aktif, bukan sekadar hadir sebagai bagian dari daftar keanggotaan.
Masyarakat sipil dinilai memiliki ruang untuk memberikan gagasan, menjaga persatuan, sekaligus ikut mengawal pelaksanaan berbagai kebijakan pemerintah.
Karena itu, konsolidasi organisasi dalam FORMAS diarahkan agar menghasilkan kerja sama yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Serian juga menilai tantangan Indonesia ke depan membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok. Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian sehingga partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.
FORMAS Disebut sebagai Rumah Bersama Berbagai Elemen
Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati melihat pertambahan anggota sebagai tanda semakin besarnya keinginan berbagai elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan.
Ia menyebut FORMAS kini berkembang menjadi sebuah keluarga besar yang menaungi 103 organisasi dengan latar belakang yang beragam.
Perbedaan bidang, profesi, agama, budaya, hingga bentuk pengabdian tidak menjadi penghalang untuk berada dalam satu wadah.
Menurut Handojo, bergabungnya organisasi-organisasi tersebut juga tidak didasarkan pada janji keuntungan tertentu.
Keanggotaan FORMAS disebut dibangun atas dasar sukarela serta semangat pengabdian. Setiap organisasi diharapkan membawa kontribusi sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.
Dengan model tersebut, FORMAS ingin menempatkan dirinya bukan hanya sebagai tempat berkumpulnya organisasi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi.
Menag Ingatkan Pentingnya Kekuatan Spiritual

Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan pandangan mengenai perjalanan Indonesia menuju 2045.
Menurutnya, pencapaian Indonesia Emas tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi.
Bonus demografi yang dimiliki Indonesia juga harus dibarengi dengan kualitas manusia yang baik.
Nasaruddin menekankan pentingnya fondasi spiritual dalam pembangunan. Nilai-nilai tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga masyarakat tetap memiliki arah di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.
Kemajuan material, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan nilai kehidupan.
Pandangan tersebut menambah dimensi lain dalam pembahasan mengenai Indonesia Emas, yang selama ini kerap dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusia, dan kemajuan teknologi.
Apa Sebenarnya FORMAS?
Forum Masyarakat Indonesia Emas atau FORMAS merupakan wadah yang menghimpun berbagai unsur masyarakat.
Anggotanya berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas, yayasan, asosiasi, lembaga, hingga kelompok yang bergerak di berbagai bidang.
Forum tersebut membawa visi untuk mendorong kolaborasi masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam perkembangannya, Hashim Djojohadikusumo menjadi salah satu tokoh penting dalam struktur FORMAS. Sebagai Ketua Dewan Pembina, ia memiliki peran dalam mendorong pengembangan jaringan organisasi tersebut.
Jumlah anggota yang terus bertambah dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa FORMAS berupaya memperluas jangkauan kolaborasinya.
Baca Juga; Sidang Perdana Kuota Haji Digelar
Tantangan FORMAS Setelah Punya 103 Anggota
Bertambahnya anggota tentu membawa peluang sekaligus tanggung jawab baru.
Dengan 103 organisasi yang memiliki latar belakang berbeda, koordinasi menjadi hal penting agar seluruh anggota dapat bergerak menuju tujuan yang sama.
FORMAS juga menghadapi tantangan untuk memastikan keberadaan organisasi anggotanya memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Pengukuhan 20 anggota baru tidak akan memiliki makna besar apabila hanya berhenti sebagai seremoni.
Sebaliknya, organisasi yang telah bergabung diharapkan mampu menerjemahkan semangat kolaborasi menjadi kegiatan dan program yang konkret.
Peran masyarakat sipil dalam mengawal kebijakan juga menjadi bagian yang perlu diperkuat. Dukungan terhadap pemerintah dapat berjalan bersamaan dengan pemberian masukan yang konstruktif.
Menanti Kontribusi Nyata dari 103 Organisasi
Memasuki tahun ketiga perjalanan organisasi, FORMAS kini memiliki jaringan yang jauh lebih besar dibandingkan ketika pertama kali dibentuk.
Sebanyak 103 organisasi menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Namun, besarnya jumlah anggota bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah forum.
Yang lebih penting adalah seberapa besar kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dengan bergabungnya 20 ormas baru, FORMAS kini memiliki pekerjaan rumah untuk membangun koordinasi yang efektif dan memastikan setiap anggota memiliki ruang untuk berkontribusi.
Jika konsolidasi tersebut mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata, keberadaan FORMAS berpotensi menjadi salah satu wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Pada akhirnya, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat luas perlu mengambil peran masing-masing agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara angka, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
