Berita

Mahasiswi Unila Kehilangan Laptop Saat Cetak Skripsi, Polisi Selidiki Aksi Pasangan Pelaku

Niat Mencetak Dokumen Skripsi Berujung Kehilangan Laptop

Peristiwa pencurian yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Lampung (Unila) menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV kejadian tersebut beredar luas di media sosial. Korban yang diketahui bernama Nurul Karomah, mahasiswi Jurusan Sosiologi angkatan 2022, kehilangan sebuah laptop setelah menjadi sasaran aksi pencurian di kawasan Jalan Prof. Sumantri Brojonegoro, Rajabasa, Bandar Lampung.

Insiden itu terjadi pada Selasa (14/7/2026) ketika Nurul mendatangi sebuah tempat fotokopi untuk mencetak beberapa lembar dokumen skripsinya sebelum berangkat mengikuti aktivitas perkuliahan.

Awalnya, kegiatan tersebut tampak seperti rutinitas biasa yang dilakukan banyak mahasiswa. Namun, hanya dalam hitungan menit, situasi berubah ketika sebuah tas berisi laptop yang ditinggalkan di sepeda motornya berhasil dibawa kabur oleh dua pelaku yang diduga telah menjalankan aksinya dengan perencanaan matang.

Selain mengalami kerugian materi, korban juga mengalami luka akibat sempat berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Korban Memarkir Motor Tepat di Depan Tempat Fotokopi

Berdasarkan keterangan korban, ia memarkir sepeda motor tepat di depan lokasi fotokopi sebelum masuk untuk mencetak tiga lembar dokumen skripsi.

Jarak antara tempat duduk di dalam toko dengan lokasi parkir tidak terlalu jauh sehingga Nurul mengaku beberapa kali masih sempat melihat ke arah motornya.

Saat itu suasana parkir memang tidak terlalu ramai meskipun arus lalu lintas di sekitar lokasi cukup padat. Kondisi tersebut membuat korban merasa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan karena proses mencetak dokumen diperkirakan hanya berlangsung sebentar.

Namun tanpa disadari, situasi tersebut justru dimanfaatkan oleh pelaku yang diduga sudah mengamati kondisi di sekitar lokasi.

Pelaku Diduga Beraksi dengan Modus Berpura-pura Menjadi Pembeli

Tidak lama setelah korban masuk ke dalam tempat fotokopi, datang sepasang pria dan wanita yang mengendarai sepeda motor matik.

Keduanya mengenakan helm dan masker sehingga identitas mereka sulit dikenali.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan yang beredar, perempuan yang dibonceng turun dari motor lalu masuk ke dalam toko dengan berpura-pura menjadi pelanggan.

Ia membeli beberapa alat tulis, seperti pulpen dan kertas folio. Dalam beberapa laporan disebutkan perempuan tersebut juga membawa sejumlah lembar kertas sehingga penampilannya menyerupai mahasiswa yang hendak mencetak tugas kuliah.

Sementara itu, pria yang mengendarai sepeda motor tetap menunggu di luar dengan kendaraan yang diketahui tidak menggunakan pelat nomor.

Modus tersebut diduga sengaja dilakukan untuk mengalihkan perhatian korban sekaligus menutupi pandangan ke arah sepeda motor yang menjadi sasaran pencurian.

Tas Berisi Laptop Berhasil Diambil dalam Waktu Singkat

Saat perempuan itu berdiri di samping motor korban, posisi tubuhnya menutupi pandangan Nurul yang berada di dalam tempat fotokopi.

Dari lokasi tempat korban menunggu hasil cetakan, situasi tersebut terlihat seperti dua orang yang sedang berbincang biasa sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Beberapa saat kemudian proses pencetakan dokumen selesai. Ketika Nurul keluar menuju motornya, ia mendapati tas yang sebelumnya berada di kendaraan sudah tidak ada.

Tas tersebut ternyata telah berpindah ke tangan pelaku yang langsung bersiap meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Baca Juga; Gudang Ekspedisi Kebumen Diserang Bom Molotov

Seluruh aksi berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak memiliki banyak waktu untuk mencegah pencurian tersebut.

Sempat Mengejar Pelaku hingga Terjatuh

Melihat tasnya dibawa kabur, Nurul secara spontan berlari mengejar pelaku sambil berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

Dalam rekaman CCTV yang kemudian beredar luas, korban terlihat sempat memegang bagian belakang sepeda motor pelaku ketika kendaraan mulai bergerak meninggalkan lokasi.

Namun karena sepeda motor terus melaju, pegangan korban akhirnya terlepas.

Akibatnya, Nurul terjatuh dan terseret beberapa meter di atas permukaan jalan.

Peristiwa tersebut menyebabkan dirinya mengalami luka lecet pada bagian lutut serta pergelangan kaki kanan.

Meski beberapa warga sempat memberikan pertolongan, pelaku berhasil melarikan diri bersama barang hasil curian.

Laptop Berisi Data Skripsi Ikut Dibawa Pelaku

Barang yang berhasil dibawa kabur berupa sebuah laptop Acer Aspire Lite 14 yang digunakan korban untuk keperluan kuliah.

Di dalam perangkat tersebut tersimpan berbagai dokumen akademik, termasuk data skripsi dan jurnal perkuliahan yang sedang dikerjakan.

Nilai kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Beruntung, Nurul mengaku sebagian besar dokumen penting telah memiliki salinan sehingga data skripsinya tidak hilang sepenuhnya.

Meskipun demikian, kehilangan perangkat utama yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir tetap memberikan dampak terhadap aktivitas akademiknya.

Polisi Datangi Korban Setelah Video Viral

Menariknya, korban awalnya tidak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Nurul mengaku sempat memilih mengikhlaskan kehilangan laptop karena menganggap dokumen penting masih tersimpan di perangkat lain.

Namun sehari setelah kejadian, pihak kepolisian justru mendatangi kampus untuk mencari korban setelah rekaman CCTV aksi pencurian tersebut viral di media sosial.

Melalui pihak jurusan, Nurul kemudian diminta menemui petugas.

Dalam pertemuan tersebut, polisi menyampaikan bahwa pasangan pelaku diduga merupakan bagian dari kelompok pencuri yang sebelumnya telah menjadi target penyelidikan.

Setelah memperoleh penjelasan tersebut, korban akhirnya membuat laporan resmi agar kasus dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Polisi Masih Memburu Pasangan Pelaku

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan adanya laporan pencurian yang terjadi di kawasan sekitar Universitas Lampung.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga dilakukan oleh dua orang yang merupakan sepasang kekasih.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi sekaligus menangkap kedua pelaku.

Polisi juga mendalami kemungkinan bahwa pasangan tersebut telah beberapa kali menggunakan modus serupa dengan menyasar mahasiswa maupun masyarakat yang meninggalkan barang berharganya di atas kendaraan.

Peristiwa Ini Menjadi Pengingat bagi Masyarakat

Kasus yang dialami Nurul memperlihatkan bahwa aksi pencurian dapat terjadi hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan berpura-pura menjadi orang biasa sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu membawa barang berharga ketika meninggalkan kendaraan, meskipun hanya beberapa menit. Memilih lokasi parkir yang ramai, memastikan area berada dalam pengawasan CCTV, serta menyimpan salinan dokumen penting di layanan penyimpanan digital juga menjadi langkah yang dapat mengurangi risiko apabila kejadian serupa terjadi.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tidak mengambil tindakan yang membahayakan diri sendiri ketika menghadapi pelaku kejahatan. Keselamatan pribadi harus menjadi prioritas utama, sementara proses penanganan kasus sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang.

Related posts

Sinopsis Drakor Eksekusi Alam Yg Baru Tayang Di Netflix

Dolirena

Perang Iran-Israel Meluas, Bagaimana Perilaku Indonesia?

Dolirena

Hari Ini 12 Juni 2025 Tanggal Berapa Hijriah? Cek Jawabannya Di Sini!

Dolirena