Logam Mulia Kompak Bergerak Turun, Perak Antam Kini Dibanderol Rp39.200 per Gram
Pergerakan harga logam mulia kembali mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. Berdasarkan daftar harga terbaru yang dirilis PT Aneka Tambang Tbk (Antam), harga perak batangan mengalami penurunan sebesar Rp700 per gram. Setelah sehari sebelumnya sempat menguat, kini harga perak berada di level Rp39.200 per gram.
Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan melemahnya harga emas batangan Antam maupun harga buyback atau pembelian kembali. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih bergerak dinamis mengikuti berbagai sentimen ekonomi global maupun perkembangan pasar keuangan internasional.
Bagi investor, perubahan harga seperti ini menjadi perhatian karena emas dan perak merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Meski dikenal relatif stabil dibanding sejumlah instrumen lain, harga kedua logam tersebut tetap dipengaruhi berbagai faktor eksternal.
Harga Perak Berbalik Turun Setelah Mengalami Kenaikan Sehari Sebelumnya

Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam sempat mencatat kenaikan sebesar Rp1.000 sehingga mencapai Rp39.900 per gram. Namun tren tersebut tidak bertahan lama karena pada perdagangan Kamis harga kembali terkoreksi.
Dengan penurunan Rp700, harga jual perak batangan kini menjadi Rp39.200 per gram. Fluktuasi tersebut mencerminkan karakter pergerakan harga perak yang cenderung lebih dinamis dibandingkan emas.
Selain dipengaruhi permintaan investasi, harga perak juga bergerak mengikuti kebutuhan industri global. Karena memiliki banyak fungsi dalam sektor manufaktur, perubahan kondisi ekonomi dunia dapat berdampak langsung terhadap permintaan logam tersebut.
Perubahan harga harian seperti ini juga menjadi hal yang umum terjadi pada perdagangan logam mulia, terutama ketika pasar sedang merespons berbagai data ekonomi maupun perkembangan geopolitik.
Harga Emas Antam dan Buyback Ikut Mengalami Penurunan
Tidak hanya perak, harga emas batangan produksi Antam juga bergerak melemah pada hari yang sama.
Harga emas tercatat turun Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Bersamaan dengan itu, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp2.000 menjadi Rp2.380.000 per gram.
Harga buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas apabila menjual kembali logam mulia kepada Antam. Angka tersebut menjadi salah satu acuan penting bagi investor emas fisik dalam menghitung potensi keuntungan maupun kerugian investasinya.
Selisih antara harga jual emas dan harga buyback saat ini mencapai sekitar Rp253.000 per gram. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa investasi emas fisik umumnya lebih sesuai untuk tujuan jangka menengah maupun jangka panjang dibandingkan transaksi harian.
Investor yang membeli emas lalu menjualnya kembali dalam waktu singkat biasanya belum mampu menutup selisih harga tersebut sehingga berpotensi mengalami kerugian.
Daftar Harga Logam Mulia Antam per 16 Juli 2026

Mengacu pada daftar resmi Logam Mulia Antam, berikut perkembangan harga logam mulia pada Kamis, 16 Juli 2026:
- Harga perak batangan: Rp39.200 per gram, turun Rp700.
- Harga emas batangan: Rp2.633.000 per gram, turun Rp2.000.
- Harga buyback emas: Rp2.380.000 per gram, turun Rp2.000.
Harga tersebut merupakan harga dasar dan belum memperhitungkan ketentuan pajak sesuai aturan yang berlaku.
Faktor Global Masih Mendominasi Pergerakan Harga Logam Mulia
Perubahan harga emas maupun perak tidak terlepas dari perkembangan ekonomi internasional. Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah kondisi inflasi di Amerika Serikat yang berkaitan erat dengan kebijakan suku bunga bank sentral negara tersebut, Federal Reserve atau The Fed.
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar mencermati data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat sebagai salah satu indikator inflasi dari sisi produsen.
Setelah data tersebut dirilis, harga emas dunia sempat mengalami tekanan pada awal perdagangan. Namun pelemahan tidak berlangsung terlalu dalam karena angka inflasi produsen tercatat lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar.
Kondisi tersebut memunculkan harapan bahwa tekanan inflasi mulai berkurang sehingga peluang kenaikan suku bunga secara agresif dapat menjadi lebih kecil.
Harapan itu sempat memberikan sentimen positif terhadap harga logam mulia meskipun belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan pasar secara keseluruhan.
Ketegangan Geopolitik Masih Menjadi Perhatian Investor
Selain faktor ekonomi, kondisi geopolitik juga masih memengaruhi pergerakan harga logam mulia.
Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk meningkatnya hubungan yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran, terus menjadi perhatian pelaku pasar.
Situasi di sekitar Selat Hormuz juga menjadi salah satu faktor yang dipantau karena kawasan tersebut memiliki peran penting dalam distribusi minyak dunia.
Baca Juga; Detik Detik Truk Pengangkat Alat Berat Tabrak JPO Tendean
Apabila terjadi gangguan terhadap pasokan energi global, harga minyak berpotensi meningkat. Kenaikan harga energi dapat memicu tekanan inflasi sehingga bank sentral Amerika Serikat memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Dalam kondisi suku bunga tinggi, daya tarik emas dan perak sebagai instrumen investasi biasanya berkurang karena logam mulia tidak memberikan bunga maupun dividen seperti beberapa instrumen keuangan lainnya.
Perak Memiliki Karakter Pergerakan yang Berbeda Dibandingkan Emas
Meski sama-sama tergolong logam mulia, karakteristik harga perak berbeda dengan emas.
Pergerakan harga perak dikenal lebih fluktuatif karena selain dipengaruhi permintaan investasi, logam ini juga memiliki peran penting sebagai bahan baku industri.
Perak digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari industri elektronik, panel surya, kendaraan listrik, hingga perangkat medis.
Ketika aktivitas manufaktur global meningkat, permintaan terhadap perak biasanya ikut naik sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga. Sebaliknya, perlambatan sektor industri dapat memberikan tekanan terhadap harga logam tersebut.
Data pasar internasional juga menunjukkan harga perak sempat mengalami koreksi dalam beberapa pekan terakhir, meskipun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya nilainya masih mencatat pertumbuhan.
Antam Masih Menawarkan Beragam Produk Perak Batangan
Selain emas, Antam juga memasarkan produk perak batangan atau silver bar dengan beberapa pilihan ukuran.
Produk tersebut tersedia dalam ukuran 250 gram menggunakan model casting serta ukuran 500 gram dengan desain klasik yang memiliki hasil akhir lebih halus.
Harga perak yang jauh lebih terjangkau dibandingkan emas membuat logam ini menjadi salah satu alternatif investasi bagi masyarakat yang ingin mulai mengoleksi logam mulia tanpa memerlukan modal besar.
Di sisi lain, karakter pergerakan harga yang lebih tinggi juga membuat investor perlu memahami risiko fluktuasi sebelum memutuskan membeli perak sebagai instrumen investasi.
Investor Perlu Mencermati Berbagai Faktor Sebelum Bertransaksi
Koreksi harga yang terjadi pada perdagangan 16 Juli 2026 belum dapat dijadikan acuan bahwa tren penurunan akan berlangsung dalam jangka panjang. Arah pergerakan emas maupun perak masih sangat bergantung pada berbagai faktor, mulai dari kebijakan suku bunga The Fed, perkembangan inflasi global, kondisi geopolitik, hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Bagi investor domestik, pelemahan rupiah dapat membuat harga logam mulia di dalam negeri tetap meningkat meskipun harga internasional sedang mengalami penurunan.
Selain itu, investor juga perlu memperhitungkan selisih antara harga jual dan harga buyback sebelum melakukan transaksi. Strategi investasi jangka panjang umumnya dinilai lebih sesuai untuk logam mulia karena mampu mengurangi dampak selisih harga tersebut.
Dengan mempertimbangkan tujuan investasi, profil risiko, serta kondisi pasar yang terus berubah, emas maupun perak masih menjadi pilihan diversifikasi aset yang banyak diminati sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
