Berita

Viral Perkelahian Dua Penumpang KRL di Stasiun Duri, Berawal dari Senggolan saat Transit

Suasana Stasiun Duri, Jakarta Barat, mendadak ramai setelah dua pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) terlibat perkelahian pada Rabu (4/11/2026) sore. Perselisihan yang diduga bermula dari senggolan saat berpindah peron tersebut berujung aksi saling pukul dan menjadi viral di media sosial.

Rekaman kejadian memperlihatkan dua pria terlibat adu fisik di tengah aktivitas penumpang. Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi tampak menjauh untuk menghindari keributan. Petugas keamanan stasiun kemudian turun tangan bersama pengguna KRL lainnya untuk melerai kedua pihak.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya menjaga sikap ketika menggunakan transportasi umum, terutama di stasiun dengan tingkat kepadatan tinggi. Kontak fisik yang tidak disengaja seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi, bukan justru berkembang menjadi kekerasan.

Berawal dari Senggolan di Tengah Kepadatan Penumpang

Berdasarkan informasi yang beredar, keributan terjadi ketika kedua pria sedang berpindah dari satu peron menuju peron lainnya. Kondisi Stasiun Duri yang cukup padat diduga menjadi salah satu faktor munculnya perselisihan.

Dalam video amatir yang tersebar di media sosial, terlihat seorang pria mengenakan jaket merah muda berlari mengejar pria lain yang memakai jaket hitam. Ketegangan kemudian meningkat ketika pria berjaket merah muda tampak mengayunkan tas ke arah kepala lawannya.

Pria berjaket hitam kemudian membalas dengan beberapa kali pukulan. Keduanya terlibat aksi saling serang di area yang masih dilalui penumpang.

Sejumlah pengguna KRL yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha menjauh agar tidak terkena pukulan atau terdorong ketika kedua pria bertikai. Keributan akhirnya menarik perhatian petugas keamanan yang segera berupaya memisahkan keduanya.

Baca Juga; Pembunuhan HJ Komariya Indramayu Terbongkar

KAI Commuter Konfirmasi Perkelahian di Lantai 1

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan adanya perkelahian antara dua pengguna KRL di Stasiun Duri. Menurut keterangannya, insiden berlangsung sekitar pukul 17.05 WIB di area lantai 1 pada Rabu (4/11/2026).

Kedua pengguna sebelumnya diketahui sedang melakukan transit dari peron jalur 5 menuju peron jalur 2. Ketika berada di area perpindahan, mereka diduga saling bersenggolan hingga terjadi perselisihan.

Situasi kemudian memanas setelah salah satu pengguna melakukan pemukulan terhadap pengguna lainnya. Petugas pengamanan yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengambil tindakan untuk menghentikan perkelahian.

Dalam proses penanganan, petugas dibantu sejumlah penumpang yang berada di sekitar lokasi. Upaya tersebut dilakukan agar kedua pria tidak kembali melakukan penyerangan dan aktivitas pengguna KRL lainnya tetap terkendali.

Setelah berhasil dipisahkan, kedua pengguna melanjutkan perjalanan menuju peron jalur 1-2. KAI Commuter memastikan keduanya berada dalam posisi terpisah dan tetap mendapatkan pengawasan petugas sebagai langkah antisipasi.

Hingga informasi kejadian disampaikan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai laporan kepolisian maupun kondisi korban yang mungkin mengalami luka akibat perkelahian tersebut.

Stasiun Duri Jadi Titik Transit dengan Aktivitas Tinggi

Stasiun Duri merupakan salah satu titik transit penting dalam jaringan perjalanan KRL Commuter Line di Jakarta Barat. Stasiun ini melayani sejumlah perjalanan, termasuk lintas Cikarang dan rute Duri-Tangerang.

Tingginya aktivitas perpindahan penumpang membuat area stasiun kerap ramai, khususnya pada pagi dan sore hari. Pengguna dari berbagai arah harus berbagi ruang ketika berpindah jalur atau mengejar perjalanan berikutnya.

Kondisi tersebut menuntut penumpang untuk lebih berhati-hati saat berjalan di area penghubung antarp­eron, tangga, maupun eskalator. Terburu-buru di tengah kerumunan dapat meningkatkan risiko bersenggolan dengan orang lain.

Sebelumnya, Stasiun Duri juga sempat menjadi perhatian setelah terjadi gangguan eskalator menuju peron 5 pada Sabtu (3/10/2026). Insiden tersebut mengakibatkan 12 orang mengalami luka. KAI Commuter menyebut para korban mengalami luka ringan, sementara pemberitaan iNews menyebut lima orang sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Eskalator yang mengalami gangguan kemudian kembali dioperasikan pada Rabu (14/10/2026). Setelah kejadian itu, pengguna diimbau untuk tidak terburu-buru ketika menggunakan fasilitas stasiun dan memanfaatkan tangga manual apabila diperlukan.

Perselisihan Antarpenumpang KRL Kembali Jadi Sorotan

Perkelahian di Stasiun Duri menambah daftar perselisihan antarpenumpang KRL yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Sehari sebelum insiden eskalator di Stasiun Duri pada Oktober lalu, dua penumpang juga dilaporkan terlibat keributan di Stasiun Bekasi. Perselisihan tersebut disebut berawal dari senggolan di area eskalator.

Dalam transportasi umum yang padat, kontak fisik secara tidak sengaja memang sulit dihindari. Penumpang yang membawa barang, mengejar kereta, atau berpindah peron terkadang tidak menyadari telah menyenggol orang lain.

Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan tindakan agresif. Meminta maaf atau memberikan kesempatan kepada pengguna lain dapat membantu mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi pertengkaran.

Apalagi, perkelahian di tempat umum tidak hanya membahayakan pihak yang terlibat, tetapi juga penumpang lain yang berada di sekitarnya.

KAI Commuter Ingatkan Penumpang Menjaga Ketertiban

KAI Commuter mengingatkan pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban selama berada di lingkungan stasiun maupun di dalam kereta. Penumpang diharapkan saling menghormati serta memperhatikan kondisi sekitar, terutama ketika berada di area yang padat.

Apabila terjadi senggolan atau kesalahpahaman, pengguna sebaiknya menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik. Jika situasi mulai memanas, penumpang dapat meminta bantuan petugas keamanan stasiun agar persoalan tidak berkembang menjadi kekerasan.

Insiden di Stasiun Duri menjadi pengingat bahwa kenyamanan transportasi umum bukan hanya bergantung pada fasilitas dan kesiapan petugas. Perilaku setiap pengguna juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan perjalanan bersama.

Kesabaran dan sikap saling menghargai menjadi kunci, khususnya saat jam sibuk ketika penumpang harus berbagi ruang untuk mencapai tujuan masing-masing.

Related posts

Erupsi Anak Krakatau Sebar Abu ke Lima Provinsi, Aktivitas Warga hingga Penerbangan Terdampak

dewapbn

Acara Sim Keliling Pembangkang Hari Ini 10 Mei 2025, Simak Lokasinya!

Dolirena

Roberto Carlos Disebut Memeluk Islam, tetapi Belum Ada Konfirmasi dari Sang Legenda

dewapbn