Fenomena idol berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di China menjadi perbincangan setelah karakter bernama Mity dari grup virtual BABYQUEEN dikisahkan mengalami kehamilan. Cerita yang diumumkan melalui media sosial pada pertengahan Oktober 2026 itu mengundang perhatian luas sekaligus memicu perdebatan mengenai batas kreativitas dalam hiburan digital.
Melalui akun resmi BABYQUEEN di Xiaohongshu atau RedNote, pengelola grup menyampaikan bahwa Mity akan menghentikan sementara aktivitasnya untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Pengumuman tersebut menggunakan gaya komunikasi yang menyerupai pernyataan agensi hiburan ketika seorang idol manusia menghadapi perubahan dalam kehidupan pribadinya.
Namun, Mity bukanlah manusia sungguhan. Ia merupakan karakter digital yang dibuat menggunakan teknologi AI. Karena itu, pengumuman tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan kreator memilih kehamilan sebagai bagian dari jalan cerita karakter sekaligus latar belakang perubahan keanggotaan grup.
BABYQUEEN, Proyek Idol Virtual Terinspirasi K-Pop

BABYQUEEN merupakan grup idol virtual yang terdiri atas lima karakter, yaitu Hyeina, Kim Nawon, Youngxi, Jocee, dan Mity. Masing-masing memiliki penampilan serta identitas tersendiri untuk menghadirkan kesan seperti grup musik sungguhan.
Grup ini mulai diperkenalkan pada September 2026 dan dikembangkan secara mandiri oleh sejumlah perempuan muda penggemar K-pop dari Provinsi Liaoning, China. Proyek tersebut berbeda dari grup idol profesional yang biasanya dibentuk perusahaan hiburan dengan dukungan produksi besar.
Menurut laporan SCMP yang dikutip Wolipop, akun BABYQUEEN sebelumnya memiliki sekitar 1.100 pengikut sebelum cerita mengenai kehamilan Mity menarik perhatian publik.
BABYQUEEN juga mengadopsi sejumlah unsur industri K-pop, mulai dari pembagian anggota hingga peluncuran lagu dan materi promosi. Lagu debut mereka berjudul BangBang, sama dengan judul lagu milik grup IVE.
Melalui bantuan teknologi digital, kreator dapat membangun karakter virtual tanpa harus merekrut penyanyi atau menyelenggarakan audisi secara konvensional. Karakter tersebut kemudian dikembangkan melalui unggahan foto, video, musik, serta cerita yang membuat audiens mengikuti perjalanan mereka.
Cerita Kehamilan Berujung pada Keluarnya Mity
Kontroversi mulai berkembang sekitar 12 Oktober 2026, ketika akun resmi BABYQUEEN mengumumkan bahwa Mity akan beristirahat dari aktivitas grup, termasuk penampilan dan acara varietas. Alasannya dikaitkan dengan kebutuhan menjaga kesehatan selama kehamilan.
Pada 13 Oktober, muncul surat bergaya tulisan tangan atas nama Mity. Dalam narasi tersebut, karakter itu dikisahkan memutuskan meninggalkan grup untuk sementara setelah berdiskusi dengan pihak yang disebut sebagai agensi dan anggota lainnya.
Surat itu juga memuat permintaan maaf kepada rekan satu grup serta staf yang terlibat dalam kegiatan BABYQUEEN. Meski demikian, cerita tersebut tidak menjelaskan siapa sosok ayah dari bayi yang disebutkan dalam narasi.
Perhatian semakin meningkat karena pada hari yang sama BABYQUEEN merilis teaser lagu baru. Sehari berikutnya, grup tersebut tampil dengan empat anggota melalui cover lagu Next Level milik aespa.
Urutan peristiwa itu membuat sejumlah pengguna media sosial menduga cerita kehamilan digunakan untuk mendongkrak perhatian terhadap grup. Kendati demikian, kedekatan waktu antara pengumuman dan promosi lagu belum cukup untuk membuktikan adanya strategi pemasaran yang disengaja.
Kreator BABYQUEEN kemudian menjelaskan bahwa kehamilan Mity hanyalah cerita fiksi yang digunakan sebagai alasan untuk mengeluarkan karakter tersebut dari grup. Ia juga mengungkapkan kesulitan mengelola beberapa karakter AI sekaligus.
Perdebatan Warganet dan Kritik terhadap Pilihan Cerita
Cerita mengenai Mity menyebar luas di media sosial China. Wolipop menyebut unggahan terkait telah mencapai lebih dari 78 juta tayangan di Weibo, sedangkan Sixth Tone melaporkan lebih dari 6 juta tayangan hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Perbedaan angka itu dapat berkaitan dengan unggahan atau periode penghitungan yang tidak sama.
Respons publik pun beragam. Sebagian warganet menanggapi kisah tersebut sebagai hiburan absurd, bahkan melontarkan pertanyaan bercanda mengenai siapa ayah bayi Mity dan apakah idol AI juga bisa mengambil cuti melahirkan.
Sebagian lainnya menilai kreator bebas mengembangkan cerita unik selama audiens memahami bahwa karakter yang ditampilkan merupakan hasil kreasi digital. Bagi kelompok ini, narasi fiksi merupakan bagian dari eksperimen kreatif di tengah berkembangnya teknologi AI.
Di sisi lain, sejumlah pengguna mempertanyakan kepantasan menjadikan kehamilan sebagai alasan untuk mengeluarkan karakter dari grup. Mereka menilai kreator dapat memilih alur cerita lain tanpa menggunakan isu reproduksi sebagai unsur utama.
Gaya pengumuman yang menyerupai pernyataan resmi agensi juga menjadi perhatian. Bagi orang yang belum mengenal BABYQUEEN, penyajian tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah kehamilan itu benar-benar terjadi.
Kreator Mengakui Kesalahan dan Mengalami Perundungan
Dalam penjelasannya, kreator BABYQUEEN menyatakan bahwa proyek tersebut dibuat oleh sejumlah pelajar perempuan yang menyukai K-pop. Mereka memilih menggunakan karakter AI karena tidak percaya diri tampil di panggung sebagai grup musik sungguhan.
Kreator itu juga mengaku proyek tersebut tidak menghasilkan uang. Ia menyadari bahwa memilih kehamilan sebagai alasan keluarnya Mity merupakan keputusan yang kurang tepat.
Di tengah kontroversi, kreator mengaku menerima hujatan, termasuk komentar yang menyerang penampilan fisik. Menurut pengakuannya, gangguan tersebut bahkan meluas hingga menyasar keluarganya.
Situasi ini memperlihatkan pentingnya membedakan kritik terhadap karya dengan serangan personal. Kreator tetap perlu mempertimbangkan dampak dari cerita yang dipublikasikan, tetapi ketidaksetujuan terhadap suatu konten tidak membenarkan perundungan terhadap pembuatnya maupun keluarganya.
Baca Juga; KMP Batumandi Dilalap Api Saat Dekat Merak
Tren Idol AI Menghadirkan Tantangan Etika Baru

Peristiwa yang melibatkan Mity berlangsung ketika hiburan berbasis AI semakin berkembang di China. Teknologi ini memungkinkan pengguna menciptakan penyanyi virtual, karakter trainee, hingga persona digital yang dilengkapi penampilan dan kepribadian tertentu.
Bilibili dilaporkan menggelar kompetisi AI Idol Debut Season yang menerima hampir 10.000 karya. Sementara itu, ajang 12 Star Trainee Competition di Douyin disebut telah ditonton lebih dari 100 juta kali. Angka tersebut menunjukkan tingginya perhatian terhadap format hiburan ini, meskipun jumlah penayangan tidak otomatis mencerminkan jumlah penggemar aktif atau keberhasilan komersial.
Di balik peluang tersebut, kreator menghadapi tanggung jawab untuk menjaga kejelasan antara cerita rekaan dan kejadian nyata. Isu sensitif seperti kehamilan, penyakit, atau persoalan keluarga perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak semata-mata digunakan untuk mengejutkan audiens.
Kontroversi BABYQUEEN menunjukkan bahwa popularitas tidak selalu berarti penerimaan positif. Teknologi AI memang membuka ruang lebih luas bagi penggemar untuk berkreasi, tetapi kebebasan tersebut perlu disertai konsistensi cerita, penyampaian informasi yang jelas, dan kepekaan terhadap respons publik.
Pada akhirnya, tantangan dalam menciptakan idol virtual bukan hanya menghasilkan karakter yang menarik perhatian. Kreator juga perlu memastikan bahwa cerita yang dibangun tetap dapat dipahami sebagai fiksi dan tidak mengabaikan pertimbangan etika dalam berkomunikasi dengan audiens.
