BeritaInternasional

Lagi Live TikTok Sambil Bercanda, Influencer Meksiko Ini Ditembak di Parkiran KFC

Culiacan, Meksiko — 8 Agustus 2026 — Siaran langsung TikTok yang awalnya dipenuhi candaan berubah menjadi rekaman terakhir seorang influencer asal Meksiko. Cesar Gastelum, 24 tahun, tewas ditembak ketika sedang berada di area parkir sebuah gerai KFC di kawasan Tres Rios, Culiacan, Sinaloa.

Gastelum saat itu sedang membuat konten bersama dua rekannya. Ketiganya mengenakan kaus berwarna oranye terang dan membawa tas kurir sebagai bagian dari tantangan untuk mencoba peran sebagai pengemudi layanan pesan-antar makanan.

Kamera ponsel terus merekam aktivitas mereka. Ratusan ribu pengikut Gastelum menyaksikan siaran tersebut secara langsung.

Namun, sekitar pukul 20.15 waktu setempat pada Selasa, 4 Agustus 2026, suasana berubah dalam hitungan detik. Sebuah sepeda motor mendekati lokasi. Dua orang yang mengenakan helm terlihat berada di atas kendaraan tersebut.

Salah seorang pelaku kemudian diduga mengeluarkan senjata api dan menembak Gastelum dari jarak dekat. Setelah serangan tersebut, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Gastelum meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua rekannya yang berada di dekatnya tidak mengalami luka. Siaran langsung yang sebelumnya berlangsung santai pun berakhir secara mendadak.

Polisi Awalnya Mengira Korban Seorang Kurir

Pakaian yang dikenakan Gastelum dan kedua rekannya sempat menyebabkan kekeliruan dalam laporan awal. Polisi pada mulanya menduga korban merupakan seorang pengantar makanan karena saat kejadian ia membawa perlengkapan yang menyerupai atribut kurir.

Identitas korban kemudian diketahui sebagai Cesar Gastelum, seorang kreator konten yang dikenal melalui video komedi, gaya hidup, dan berbagai materi hiburan di media sosial.

Jumlah pengikutnya di TikTok disebut berada di kisaran 600 ribu hingga lebih dari 700 ribu akun, bergantung pada sumber yang digunakan.

Sebelum tewas, Gastelum terakhir kali mengunggah video secara normal pada Minggu, atau dua hari sebelum penembakan. Sementara itu, rekaman siaran langsung saat dirinya ditembak segera menyebar ke berbagai platform setelah kejadian.

TikTok kemudian menghentikan dan menghapus siaran tersebut. Namun, sejumlah pengguna telah lebih dahulu merekam layar sehingga potongan video tetap beredar di media sosial.

Rekaman yang ditinjau Reuters dan Associated Press memperlihatkan Gastelum masih bercanda dan tertawa bersama kedua rekannya beberapa saat sebelum penembakan terjadi.

Lokasi kejadian juga menjadi perhatian. Serangan berlangsung di kawasan pertokoan yang cukup ramai dan berada tidak jauh dari kantor kejaksaan Negara Bagian Sinaloa. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keberanian pelaku melakukan serangan di ruang terbuka yang dilengkapi kamera pengawas dan berada di kawasan publik.

Presiden Meksiko Minta Dalang Pembunuhan Dicari

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum turut menyoroti pembunuhan tersebut. Dalam konferensi pers sehari setelah kejadian, Sheinbaum meminta aparat tidak berhenti pada upaya menemukan pelaku penembakan. Ia juga meminta penyidik mencari kemungkinan adanya pihak yang memerintahkan pembunuhan.

Pemerintah federal bersama Kejaksaan Sinaloa kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi. Aktivitas Gastelum di media sosial juga ditelusuri untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan motif.

Sejumlah unggahan lama Gastelum disebut pernah menyinggung salah satu faksi kelompok kriminal yang sedang terlibat konflik di Sinaloa. Namun, aparat sejauh ini belum secara resmi menyebut kelompok tertentu sebagai pihak yang berada di balik penembakan tersebut.

Gastelum juga beberapa kali menggunakan istilah “belico”, sebuah istilah yang dalam subkultur tertentu di Meksiko dikaitkan dengan gaya hidup, penampilan, serta estetika yang berhubungan dengan dunia kartel.

Selain itu, terdapat unggahan lama yang memperlihatkan Gastelum berziarah ke makam Leobardo Aispuro, yang dikenal dengan julukan “El Gordo Peruci”. Sosok tersebut merupakan influencer lain yang ditembak mati pada Desember 2024. Polisi sebelumnya menduga kematiannya berkaitan dengan konflik antarfaksi kriminal.

Meski sejumlah kemungkinan tengah diperiksa, hingga 8 Agustus 2026 belum ada penangkapan dalam kasus pembunuhan Gastelum. Motif resmi penembakan juga belum diumumkan kepada publik.

Culiacan Masih Dibayangi Konflik Kartel

Kematian Gastelum menjadi sorotan karena terjadi di tengah konflik kriminal berkepanjangan di Sinaloa.

Situasi keamanan di wilayah tersebut memburuk setelah Ismael “El Mayo” Zambada, salah satu pendiri Kartel Sinaloa, ditangkap di Amerika Serikat pada Juli 2024. Penangkapan tersebut kemudian diikuti perebutan pengaruh antara dua kelompok besar yang kerap disebut sebagai Los Mayos dan Los Chapitos.

Konflik yang pecah sejak September 2024 membuat sejumlah wilayah di Sinaloa menghadapi peningkatan kekerasan dan gangguan keamanan. Culiacan menjadi salah satu pusat utama konflik tersebut.

International Crisis Group menggambarkan eskalasi kekerasan di kawasan tersebut melibatkan persenjataan berat, kendaraan lapis baja, hingga penggunaan drone. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kelompok kriminal, tetapi juga masyarakat yang menjalani aktivitas sehari-hari di tengah situasi keamanan yang tidak stabil.

Dalam kondisi tersebut, influencer yang menampilkan gaya hidup yang diasosiasikan dengan budaya kartel juga menghadapi risiko tersendiri.

Media Meksiko mencatat sedikitnya 12 influencer media sosial telah tewas di Culiacan sejak konflik pecah. Sebagian dari mereka dikenal melalui konten yang menampilkan mobil mewah, senjata, narcocorrido, dan gaya hidup yang dikaitkan dengan istilah “belico”.

Fenomena tersebut membuat batas antara konten hiburan, pencitraan di media sosial, dan konflik kriminal menjadi semakin sulit dipisahkan.

Kasus Gastelum Bukan yang Pertama

Pembunuhan Gastelum juga mengingatkan publik pada kasus influencer kecantikan Valeria Marquez pada Mei 2025.

Perempuan berusia 23 tahun tersebut sedang melakukan siaran langsung TikTok dari salon tempatnya bekerja di Zapopan, Jalisco, ketika seorang pria masuk dan menembaknya. Kasus itu kemudian diselidiki menggunakan protokol femisida.

Perkembangan kasus muncul lebih dari setahun kemudian. Pada Juli 2026, aparat Meksiko mengumumkan penangkapan Ramon Angel Alvarez Ayala alias “El R-1”.

Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch menyebut Alvarez Ayala sebagai pemimpin sebuah sel kriminal yang memiliki hubungan dengan Kartel Jalisco Generasi Baru atau CJNG. Ia dikaitkan dengan pembunuhan Marquez dan juga dituduh memerintahkan serta membiayai pembunuhan Wali Kota Uruapan Carlos Manzo pada November 2025.

Amerika Serikat juga terus meningkatkan tekanan terhadap kelompok kriminal Meksiko. Departemen Keuangan AS sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pimpinan kartel, termasuk Nemesio Ruben “El Mencho” Oseguera Cervantes, tokoh utama CJNG yang menjadi target pengejaran aparat.

Pemerintahan Donald Trump kemudian meningkatkan nilai hadiah untuk informasi terkait sejumlah petinggi CJNG hingga mencapai total USD102 juta.

Baca Juga; Pegawai RSUD yang Menghina Pasien Mengundurkan Diri

Kamera Digital Menjadi Saksi

Kasus Gastelum memperlihatkan bagaimana kekerasan di Meksiko kini dapat berlangsung di depan kamera dan disaksikan banyak orang secara real time. Penembakan terjadi ketika siaran TikTok masih berlangsung, sehingga rekaman kejadian dapat menyebar dalam waktu singkat.

Namun, banyaknya jejak digital tidak otomatis membuat penyelidikan menjadi mudah. Aparat masih harus mengidentifikasi pelaku, menelusuri kendaraan yang digunakan, memeriksa rekaman CCTV, serta mencari motif dan kemungkinan pihak yang berada di balik serangan.

Akun TikTok Gastelum masih dapat diakses. Video terakhir yang dibuat sebelum kematiannya kini dipenuhi komentar dari pengikut yang menyampaikan belasungkawa.

Bagi para penonton, siaran malam itu awalnya hanyalah konten hiburan biasa. Tidak ada yang menyangka bahwa beberapa saat kemudian, kamera yang digunakan untuk membuat lelucon justru berubah menjadi saksi digital atas kematian sang kreator.

Related posts

Polemik Dugaan Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih, Begini Penjelasan Para Pihak

dewapbn

Resep Nasi Biryani Udang Yang Gurih Harum Untuk Makan Malam

Dolirena

5 Info Terpopuler Internasional Hari Ini

Dolirena