Berita

Viral Unggahan Anak Pejabat Gayo Lues Berujung Pengunduran Diri Sang Ayah, Ini Kronologi Lengkapnya

Konten Liburan, Biaya Kuliah hingga Foto Jeriken BBM Jadi Sorotan Publik, Asisten I Setda Gayo Lues Pilih Mundur dari Jabatan

Unggahan media sosial milik Dea Arranoya, putri seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menjadi sorotan luas setelah beredar di berbagai platform digital. Beragam konten yang memperlihatkan gaya hidup, perjalanan ke luar negeri, hingga unggahan mengenai biaya pendidikan memicu kritik dari masyarakat dan berujung pada pengunduran diri sang ayah dari jabatan publik.

Dea merupakan putri dari dr H Nevirizal yang hingga Kamis (23/7/2026) menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I di Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues. Nevirizal juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah di kabupaten tersebut.

Perhatian publik terhadap keluarga ini meningkat setelah sejumlah tangkapan layar unggahan lama Dea kembali beredar di media sosial. Konten-konten tersebut kemudian viral dan memancing beragam komentar, terutama karena muncul di tengah situasi Gayo Lues yang masih menghadapi proses pemulihan pascabencana.

Unggahan Viral Muncul Saat Daerah Masih Memulihkan Diri

Kritik publik tidak hanya dipicu oleh isi unggahan, tetapi juga oleh situasi yang sedang dihadapi masyarakat Gayo Lues.

Kabupaten tersebut sebelumnya mengalami banjir dan tanah longsor pada April 2026 yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur. Hingga pertengahan Juli, proses perbaikan berbagai fasilitas publik masih berlangsung.

Di tengah upaya pemulihan tersebut, wilayah Gayo Lues kembali diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 pada Rabu (22/7/2026), yang kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, beredarnya unggahan yang memperlihatkan gaya hidup mewah dinilai sebagian warganet tidak mencerminkan empati terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

Konten-konten tersebut pertama kali ramai dibahas setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @cabinetcouture_season2, yang dikenal sering mengulas gaya hidup keluarga pejabat. Setelah itu, tangkapan layar menyebar dengan cepat ke berbagai platform media sosial seperti TikTok dan X.

Beragam Unggahan Menjadi Sorotan Warganet

Beberapa unggahan Dea menjadi perhatian karena menampilkan aktivitas pribadi yang dianggap mencerminkan kehidupan berkecukupan.

Salah satunya adalah dokumentasi perjalanan ke sejumlah negara seperti Korea Selatan, Thailand, Prancis, Inggris, dan Jerman. Dalam salah satu unggahan, terdapat keterangan yang menceritakan aktivitas berpindah dari satu negara ke negara lain.

Selain perjalanan ke luar negeri, Dea juga sempat membagikan cerita mengenai biaya pendidikan yang ditanggung ayahnya. Dalam unggahan tersebut disebutkan nominal sekitar Rp20 juta untuk kebutuhan pendidikan profesi atau koas serta program magister.

Unggahan lain yang turut menjadi sorotan adalah tangkapan layar percakapan grup WhatsApp keluarga yang memperlihatkan komunikasi antara Dea, ayah, dan anggota keluarga lainnya.

Tidak hanya itu, terdapat pula unggahan yang berisi perbandingan mengenai kondisi ekonomi, pendidikan, keluarga, hingga pasangan, yang kemudian menuai berbagai respons dari pengguna media sosial.

Namun, unggahan yang paling banyak dibicarakan adalah foto yang memperlihatkan sekitar 15 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) tersusun di kediaman keluarga, disertai keterangan bahwa ayahnya membeli belasan jeriken tersebut.

Unggahan itu diketahui berasal dari Desember 2025, tetapi baru menjadi perhatian publik setelah kembali diangkat oleh akun media sosial yang mengulas gaya hidup keluarga pejabat.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menyebut unggahan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum. Meski demikian, foto tersebut tetap memicu perdebatan karena pembelian BBM menggunakan jeriken memiliki ketentuan tersendiri sesuai regulasi yang berlaku.

Dea Ternyata Lulusan Kedokteran Hewan

Di tengah ramainya pemberitaan, muncul pula klarifikasi mengenai latar belakang pendidikan Dea.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut ia menempuh pendidikan kedokteran. Namun berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Dea merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Universitas Syiah Kuala pada 2025.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan pendidikan profesi dokter hewan atau koas di universitas yang sama sejak Agustus 2025.

Selain menjalani pendidikan profesi, Dea juga tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

Informasi mengenai dua jenjang pendidikan yang ditempuh secara bersamaan ikut menjadi perhatian publik karena sebelumnya sempat diunggah sendiri melalui media sosial.

Dea Menyampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Setelah kritik terus berdatangan dan akun media sosialnya tidak lagi aktif, Dea akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Permintaan maaf tersebut dituangkan dalam surat terbuka yang ditandatangani di atas materai pada 22 Juli 2026 di Banda Aceh.

Dalam surat itu, Dea mengakui telah lalai dan kurang bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Ia menyebut unggahan yang dibuat merupakan bentuk ketidakdewasaan serta mengakui kurang memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

Dea juga menyampaikan komitmennya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan berjanji tidak mengulangi tindakan serupa pada masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa surat permintaan maaf tersebut dibuat atas kesadaran sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Baca Juga; Salaman Singkat Putri Leonor dan Gavi Kembali Jadi Sorotan

Sang Ayah Ikut Meminta Maaf kepada Publik

Tak lama setelah permintaan maaf putrinya beredar, Nevirizal juga memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Sebagai pejabat publik sekaligus orang tua, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Kabupaten Gayo Lues.

Mengenai unggahan perjalanan ke luar negeri, Nevirizal menjelaskan bahwa perjalanan tersebut dilakukan oleh istri dan anaknya untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan.

Ia menyebut dirinya tidak ikut bepergian karena sedang menjalani pengobatan rutin. Selain itu, keluarga juga sempat melakukan perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi.

Nevirizal berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi keluarganya agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Memilih Mengundurkan Diri dari Jabatan

Meski telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf, polemik tidak juga mereda.

Pada Kamis (23/7/2026), Nevirizal resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues.

Surat pengunduran diri tersebut ditujukan kepada Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dan diserahkan melalui Wakil Bupati H. Maliki di Blangkejeren.

Dalam video yang beredar, Nevirizal menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Ia menilai persoalan yang berasal dari lingkungan keluarganya berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah tempat dirinya mengabdi.

Karena itu, ia memilih mengundurkan diri demi menjaga nama baik pemerintah daerah dan memberikan ruang bagi proses evaluasi.

Dalam surat pengunduran dirinya, Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, serta masyarakat Gayo Lues atas kegaduhan yang terjadi.

LHKPN Ikut Menjadi Sorotan Publik

Setelah polemik berkembang, perhatian masyarakat beralih kepada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Nevirizal.

Berdasarkan data yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Nevirizal tercatat sekitar Rp1,46 miliar tanpa memiliki utang.

Aset tersebut terdiri atas tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah di Aceh dan Medan dengan nilai sekitar Rp1,11 miliar.

Selain itu, ia melaporkan kepemilikan satu unit sepeda motor Honda tahun 2009 senilai sekitar Rp5 juta dan sebuah mobil Suzuki APV tahun 2008 dengan nilai sekitar Rp80 juta.

LHKPN tersebut juga mencantumkan harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas.

Perbedaan antara data aset yang dilaporkan dan unggahan perjalanan ke luar negeri menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan di media sosial. Namun hingga kini belum terdapat temuan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran hukum terkait sumber kekayaan maupun unggahan yang viral tersebut.

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga belum mengumumkan keputusan akhir mengenai status pengunduran diri Nevirizal maupun langkah administratif lanjutan yang akan diambil.

Related posts

KPK Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Suap Proyek DJKA!

Dolirena

Truk Bermuatan Galon Diduga Alami Rem Blong, Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Libatkan Sembilan Kendaraan

dewapbn

Ahli Gizi Palembang Beri Kiat Konsumsi Masakan Biar Sehat Di Saat Lebaran

Dolirena