Berita

Speedboat Wisata Terbalik di Perairan Phu Quoc, 15 Wisatawan Asal India Meninggal Dunia

Insiden tragis terjadi di kawasan wisata Pulau Phu Quoc, Vietnam, ketika sebuah speedboat yang mengangkut puluhan wisatawan asal India terbalik dalam perjalanan menuju pelabuhan. Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (11/7) siang itu mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya berhasil diselamatkan setelah operasi evakuasi yang melibatkan berbagai pihak.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan internasional karena terjadi di salah satu destinasi wisata paling populer di Vietnam. Selain menelan korban jiwa, insiden ini juga kembali memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan transportasi laut di kawasan wisata yang setiap tahunnya menerima jutaan pengunjung dari berbagai negara.

Kapal Terbalik Saat Kembali Menuju Pelabuhan

Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, speedboat tersebut mengangkut 36 orang yang terdiri atas 32 wisatawan berkewarganegaraan India dan empat awak kapal. Sebelum kecelakaan terjadi, rombongan baru saja menyelesaikan kegiatan wisata mengunjungi beberapa pulau kecil atau island hopping di sekitar Pulau Hon May Rut.

Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, kapal bertolak menuju Pelabuhan An Thoi sebagai titik akhir perjalanan. Namun, ketika berada di perairan yang berjarak sekitar 400 meter dari pantai, speedboat dilaporkan kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terbalik.

Seluruh penumpang tercebur ke laut dalam hitungan detik. Meski lokasi kejadian relatif dekat dengan daratan, kondisi laut yang kurang bersahabat membuat banyak korban kesulitan menyelamatkan diri.

Tim Penolong Bergerak Cepat ke Lokasi

Sejumlah kapal wisata yang sedang beroperasi di sekitar lokasi langsung memberikan bantuan setelah melihat speedboat dalam kondisi terbalik. Salah seorang operator kapal wisata mengungkapkan bahwa dirinya hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk mencapai titik kecelakaan.

Namun, proses penyelamatan berlangsung cukup sulit. Sebagian korban dilaporkan masih berada di dalam badan kapal yang telah terbalik sehingga menyulitkan tim penyelamat untuk melakukan evakuasi.

Video yang beredar di media lokal Vietnam memperlihatkan petugas berusaha menjangkau para korban dengan melemparkan pelampung ke laut. Beberapa unit jet ski juga diterjunkan untuk mempercepat evakuasi korban menuju pantai.

Di sepanjang garis pantai, warga bersama wisatawan lain membantu memberikan pertolongan pertama kepada korban yang berhasil dievakuasi. Tak lama kemudian, aparat penjaga pantai, angkatan laut, serta petugas perbatasan Vietnam bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Korban Jiwa Mencapai 15 Orang

Operasi penyelamatan berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan. Dari total penumpang dan awak kapal, sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan.

Sementara itu, 15 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Korban yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga laporan terakhir, dua korban masih menjalani perawatan intensif karena mengalami kondisi yang cukup serius.

Pihak berwenang juga melakukan proses identifikasi korban sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Investigasi Penyebab Kecelakaan Masih Berlangsung

Otoritas Vietnam hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sejumlah kemungkinan sedang didalami, mulai dari kondisi cuaca yang memburuk, tingginya gelombang laut, hingga dugaan adanya gangguan teknis pada mesin maupun sistem kendali speedboat.

Tim investigasi juga memeriksa kondisi kapal sebelum keberangkatan, kelengkapan peralatan keselamatan, serta meminta keterangan dari awak kapal dan korban selamat.

Meski penyelidikan belum selesai, pihak operator kapal, Ocean Pear Island Company, menyatakan bahwa nahkoda yang mengemudikan speedboat merupakan kapten berpengalaman yang telah lama melayani rute wisata di kawasan Phu Quoc.

Perusahaan menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan aparat untuk mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Pemerintah Vietnam Minta Evaluasi Standar Keselamatan

Tragedi tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah Vietnam. Perdana Menteri Le Minh Hung meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan agar penyebab insiden dapat diketahui secara pasti.

Selain itu, pemerintah juga menginstruksikan evaluasi terhadap prosedur keselamatan kapal wisata yang beroperasi di berbagai destinasi wisata bahari. Pemeriksaan terhadap kondisi armada, kelayakan kapal, hingga kesiapan menghadapi cuaca buruk menjadi bagian dari evaluasi tersebut.

Baca Juga; Rupiah Melemah Akibat Geopolitik Timur Tengah

Langkah ini dinilai penting mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang utama perekonomian Vietnam. Pemerintah ingin memastikan keamanan wisatawan tetap menjadi prioritas agar kepercayaan wisatawan internasional tidak menurun.

Pemerintah India Berikan Pendampingan

Pemerintah India turut memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut. Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh warga negara India yang terdampak akan mendapatkan bantuan.

Kedutaan Besar India di Vietnam segera membuka pusat layanan darurat guna membantu proses komunikasi dengan keluarga korban, pendampingan korban selamat, hingga koordinasi pemulangan jenazah ke tanah air.

Sebagian besar wisatawan yang berada di atas speedboat diketahui berasal dari negara bagian Telangana dan Tamil Nadu. Pemerintah daerah asal korban juga aktif berkoordinasi dengan otoritas Vietnam selama proses penanganan berlangsung.

Keselamatan Wisata Bahari Kembali Dipertanyakan

Insiden di Phu Quoc kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan transportasi laut di Vietnam. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan kapal wisata juga pernah terjadi di negara tersebut.

Salah satu yang paling menyita perhatian terjadi di Teluk Ha Long pada Juli tahun lalu ketika kapal wisata Wonder Sea terbalik akibat cuaca buruk. Kecelakaan itu menyebabkan 39 orang meninggal dunia dan menjadi salah satu tragedi laut terbesar di Vietnam.

Rentetan kecelakaan tersebut memunculkan desakan agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap operator kapal wisata, termasuk kewajiban pemeriksaan rutin armada dan peningkatan standar keselamatan bagi penumpang.

Phu Quoc Masih Menjadi Magnet Pariwisata Vietnam

Meski diguncang insiden tragis, Phu Quoc tetap dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Vietnam. Pulau terbesar di negara tersebut menawarkan pantai berpasir putih, laut biru jernih, serta keindahan bawah laut yang menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Selama semester pertama 2026, kawasan ini mencatat sekitar 5,7 juta kunjungan wisatawan atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Aktivitas island hopping menuju pulau-pulau kecil seperti Hon May Rut menjadi salah satu paket wisata yang paling diminati.

Selain wisatawan dari Asia Timur dan Eropa, jumlah wisatawan asal India juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, sekitar 750 ribu wisatawan India tercatat berkunjung ke Vietnam. Pertumbuhan tersebut didukung semakin banyaknya penerbangan langsung antara kedua negara serta kebijakan e-visa yang mempermudah proses perjalanan.

Menjadi Pengingat Penting bagi Industri Pariwisata

Tragedi speedboat di Phu Quoc menjadi pengingat bahwa pertumbuhan sektor pariwisata harus diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang tinggi. Tingginya jumlah wisatawan tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kelayakan armada, pelatihan awak kapal, maupun kesiapan menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hasil investigasi yang sedang dilakukan diharapkan mampu memberikan gambaran jelas mengenai penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi laut di Vietnam. Dengan langkah tersebut, kepercayaan wisatawan dapat tetap terjaga dan risiko terjadinya insiden serupa di masa mendatang dapat diminimalkan.

Related posts

Prabowo: 5 Kali Maju Presiden, 4 Kali Kalah Namun Buruh Senantiasa Dukung Aku

Dolirena

Pramono Apresiasi Menteri Lh Segel Pabrik Logam Di Banten: Polusi Jakarta Turun

Dolirena

Bolehkah Potong Kuku Dan Rambut Sebelum Kurban Idul Adha? Ini Penjelasannya

Dolirena